PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 MiliarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 Miliar
Internasional

Ratusan Umat Buddha di Rakhine Tak Izinkan Etnis Rohingya Kembali Ke Myanmar

402
×

Ratusan Umat Buddha di Rakhine Tak Izinkan Etnis Rohingya Kembali Ke Myanmar

Sebarkan artikel ini

RAKHINE – Ratusan warga Buddha berhaluan keras hari Minggu (22/10) berunjuk rasa untuk mendesak pemerintah Myanmar agar tidak memulangkan hampir 600 ribu warga minoritas Muslim Rohingya, yang telah melarikan diri ke Bangladesh sejak akhir Agustus lalu guna menghindari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Protes itu berlangsung di Sittwe, ibu kota negara bagian tersebut, di mana banyak warga Rohingya bermukim sebelum pecahnya kekerasan antar kelompok masyarakat pada tahun 2012 memaksa mereka meninggalkan rumah.

Aung Htay, seorang penyelenggara protes, mengatakan bahwa setiap warga negara akan diterima dengan baik di negara bagian tersebut. “Tapi jika orang-orang ini tidak memiliki hak untuk menjadi warga negara, rencana pemerintah untuk menetapkan zona bebas konflik tidak akan pernah diterapkan,” katanya.

Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai kelompok etnis, namun bersikeras mereka adalah migran Benggala dari Bangladesh yang tinggal secara ilegal di negara itu. Rohingya tidak termasuk 135 kelompok etnis resmi di negara tersebut dan menolak mengakui kewarganegaraan mereka.

Lebih dari 580.000 Rohingya dari Rakhine, Myanmar Utara, telah melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus, ketika pasukan keamanan Myanmar memulai kampanye pembakaran desa-desa Rohingya. Pemerintah Myanmar telah mengatakan bahwa ini merupakan tanggapan atas serangan gerilyawan Muslim, namun PBB dan negara-negara lain mengatakan bahwa tanggapan tersebut tidak proporsional. [voa/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com