Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025

439
×

Refleksi Akhir Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Desewank
Desewank (Pemerhati Literasi Bontorappo, Jeneponto)

OPINI—Kita sedang berjalan menuju tujuan hidup yang telah Tuhan janjikan. Setiap manusia diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi lahiriahnya agar sampai pada kesadaran dalam menentukan arah hidup: hendak ke mana melangkah dan jalan seperti apa yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra’d).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam perjalanan hidup, kita kerap diperhadapkan pada situasi yang menguji keyakinan dan keteguhan mental. Pada titik inilah kualitas diri mengambil peran penentu.

Setiap manusia tengah berjuang dengan ujiannya masing-masing. Karena itu, memanusiakan manusia menjadi sikap yang sangat penting (siapa pun orangnya) sebab kita tidak pernah benar-benar tahu apakah mereka yang kita jumpai sedang berada dalam keadaan baik-baik saja atau tidak.

Sikap orang lain terhadap kita sering kali dipengaruhi oleh suasana batin mereka. Bagi pribadi yang berkesadaran, kemampuan menyesuaikan diri menjadi bekal penting untuk menjaga harmoni. Sebab kedamaian tidak hadir dengan sendirinya; ia diciptakan dan menuntut syarat-syarat tertentu.

Ada kalanya hidup berjalan tidak sesuai rencana dan terasa begitu berat. Dalam kondisi demikian, kita kerap terjebak menyalahkan diri sendiri, orang lain, bahkan Tuhan. Padahal, tanpa kita sadari, di luar sana boleh jadi ada orang yang berharap berada di posisi yang hari ini kita keluhkan.

Tuhan telah menyiapkan segala kebutuhan manusia di bumi. Hanya sifat serakah yang membuat seseorang tidak pernah merasa cukup.

Yang kita butuhkan sesungguhnya adalah hati yang lapang untuk menerima dan menjalani setiap ujian. Ikhtiar harus dimaksimalkan, agar di penghujung episode kehidupan, kita dapat menyelesaikannya di tempat terbaik.

Bulan Desember menjadi garis finis tahun ini. Tidak seorang pun mampu memastikan apakah kita masih diberi kesempatan bertemu dengan Desember berikutnya.

Karena itu, ada pertanyaan-pertanyaan penting yang patut kita jawab dengan melibatkan nurani: apakah rencana hidup kita berjalan sesuai harapan? Apakah capaian yang kita raih diperoleh dengan cara-cara yang benar?

Seberapa sering kita melibatkan hati dalam setiap tindakan? Atau lebih jauh lagi, berapa banyak orang yang telah kita kecewakan sepanjang tahun ini? Berapa tetes air mata yang jatuh karena sikap kita?

Renungan ini penting dijadikan pijakan memasuki episode tahun berikutnya, agar kita mampu tumbuh menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama di tahun-tahun yang akan datang. (*)


Penulis:
Desewank
(Pemerhati Literasi Bontorappo, Jeneponto)

Disclaimer:
Setiap opini, artikel, informasi, maupun berupa teks, gambar, suara, video, dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab masing-masing individu, dan bukan tanggung jawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!