Rektor UNM: Guru-Dokter dalam Peran dan Harapan

 

MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar orientasi Program Pendidikan Guru-
Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (PPG-SM3T) Angkatan VI dan PPG Prajabatan Bersubsidi, Minggu (11/2/2018).

Rektor UNM Prof. Dr. Husain Syam, MTP, kemudian menyemangati peserta dengan mengatakan bahwa, penghasilan seorang guru bersertifikat pendidik masih lebih tinggi dibandingkan dengan seorang dokter Puskesmas.

“Bahkan, penghasilan seorang Profesor lebih besar dibandingkan dengan seorang dokter praktik spesialis.
Tapi jangan tanya jika dokter praktiknya adalah seorang profesor juga,” ujarnya.

Terkait hal itu, kata dia, perlu disadari bahwa Guru dan Dokter adalah dua profesi yang sangat vital dalam merancang SDM yang berkualitas. Tetapi dokter hanya menangani kesehatan dan pertumbuhan jasad atau lahiriah. Sedangkan guru bertanggung jawab atas kesehatan dan pertumbuhan jiwa manusia.

“Jika seorang dokter gagal atau tidak bekerja dengan baik, maka akibatnya badan bisa sakit dan pertumbuhan terganggu. Tetapi, jika guru yang gagal melaksanakan tugasnya, maka jiwa yang sakit, bahkan bisa mati dan menyebabkan manusia bisa gagal masuk surga”

“Itulah bedanya profesi pendidik dibandingkan dengan profesi lainnya. Tanggung jawab dunia-akhirat.
Selanjutnya, seorang dokter yang hebat akan mendapatkan penghargaan yang luar biasa, bahkan bisa mendapat hadiah nobel,” urainya.

Namun, adakah guru hebat yang pernah dinominasikan untuk mendapatkan hadiah NOBEL?. “Tidak ada itu, para guru juga tidak pernah bermimpi sampai ke sana. Kalau pun atas segala prestasi itu tidak mendapatkan penghargaan apa-apa, setidaknya JANGAN PIDANAKAN KAMI jika Kami seakan bertindak lebih dalam mendiisplinkan anak-anak Anda. Saya yakin, tidak ada guru yang berhati jahat,” tutupnya. (aas/shar)

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register