JAKARTA—Di tengah krisis pangan global yang kian nyata, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation memilih bergerak langsung di akar persoalan. Melalui program urban farming, mereka memberdayakan petani kota dan pelaku usaha kecil di sektor pangan, memberikan dukungan finansial, pengetahuan teknis, hingga akses pasar, demi memastikan pangan sehat dan terjangkau bagi masyarakat rentan.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi keberlanjutan bangsa.
“Kami tidak hanya berupaya menyediakan sumber pangan sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat rentan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan peluang ekonomi. Kolaborasi dan inovasi di tingkat komunitas bisa menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan masa depan,” ujarnya.
Komitmen ini diwujudkan lewat kolaborasi dengan FoodCycle Indonesia di FoodCycle Farm, Cisauk, Tangerang. Karyawan Bank DBS Indonesia, yang dikenal sebagai People of Purpose (PoP), ikut menanam, memanen, mengemas hasil panen, mengolah sampah organik menjadi kompos, hingga memanfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak berprotein tinggi dari maggot Black Soldier Fly.
Pendekatan circular food system ini sejalan dengan pilar keberlanjutan ketiga Bank DBS Indonesia, Impact Beyond Banking, yang mendorong dampak positif di luar layanan perbankan.
Herman Andryanto, Founder FoodCycle Indonesia, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, Bank DBS Indonesia tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga melibatkan karyawan secara aktif.
“Ini adalah langkah nyata mengurangi limbah pangan, menciptakan sumber pangan berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas,” kata Herman.
Dari FoodCycle Farm, sebanyak 450,7 kilogram hasil panen mulai dari cabai rawit, cabai keriting, selada, kangkung, hingga labu disalurkan ke Yayasan Panti Asuhan Maktabul Aitam, lembaga sosial yang membina anak yatim dan kurang mampu. Upaya ini memastikan hasil pertanian bermanfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan.
Kerja sama dengan FoodCycle Indonesia bukan hal baru bagi Bank DBS Indonesia. Sejak 2024, mereka telah menjalankan program Food Rescue Warrior, yang mengumpulkan makanan surplus dari restoran, hotel, toko roti, hingga ritel untuk disalurkan ke masyarakat rentan. Hingga Juli 2025, program ini menyalurkan 326.905 kilogram makanan.
Selain itu, FoodCycle Farm kini berkembang menjadi empat lokasi urban farming Cibubur, Jatiasih, Tanjung Barat, dan Cisauk dengan total panen 1.364 kilogram hingga Juli 2025.
Semua lokasi ini menjadi pusat pembelajaran dan produksi pangan berkelanjutan, dari bercocok tanam, membuat kompos organik, hingga beternak lele, demi menciptakan ekosistem pangan mandiri dan ramah lingkungan. (*)











