PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • Penertiban Kanopi Pasar Terong Ditunda, Polisi Pilih Redam Potensi Konflik • Tak Sekadar Pengajian, BKMT Toraja Utara Perluas Kiprah Pemberdayaan Umat dan Masyarakat • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • Penertiban Kanopi Pasar Terong Ditunda, Polisi Pilih Redam Potensi Konflik • Tak Sekadar Pengajian, BKMT Toraja Utara Perluas Kiprah Pemberdayaan Umat dan Masyarakat •
Media Kampus

Tim Pengabdian Fapet Unhas: Peluang bisnis ayam kampung masih sangat menjanjikan

893
×

Tim Pengabdian Fapet Unhas: Peluang bisnis ayam kampung masih sangat menjanjikan

Sebarkan artikel ini
Tim Pengabdian Fapet Unhas: Peluang bisnis ayam kampung masih sangat menjanjikan
Tim Pengabdian Masyarakat Fapet Unhas melakukan kerjasama dengan Keluarga Pemuda Pemudi Julukanayya (KPJ) terkait dengan budidaya ternak ayam kampung, di Desa Barana pada Kamis 2 September 2021 lalu.

JENEPONTO—Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kerjasama dengan Keluarga Pemuda Pemudi Julukanayya (KPJ) terkait dengan budidaya ternak ayam kampung, di Desa Barana, Kec Bangkala Barat, Jeneponto, pada Kamis 2 September 2021 lalu.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fapet Unhas, Ilham Syarif, S.Pt, M.Si, mengatakan, dirinya telah melakukan pelatihan dan demonstrasi bagi 50 warga setempat. Juga dihadiri oleh Muh. Rusli Daeng Ratte sebagai Kepala Dusun Mattoangin, Keluarga Pemuda Pemudi Julukanayya (KPJ) dan Ketua dan anggota kelompok tani-ternak lainnya.

“Kegiatan pengabdian ini melibatkan KPJ sebagai agen perubahan yang nantinya menjadi innovator bagi masyarakat Desa Barana dengan harapan pengembangan ternak ayam kampung jenis Allope dan Kalosi produksi Fapet Unhas dapat berkelanjutan,” jelas Ilham, didampingi Dr. Ir. Sri Purwanti dan Muhammad Rachman Hakim, S.Pt, MP.

Dikatakan, Tim pengabdian Fapet Unhas secara simbolis memberikan bibit ayam kampung lokal dan diterima langsung oleh ketua umum Keluarga Pemuda Pemudi Julukanayya (KPJ), Suratno.

Senada hal tersebut, Dr. Ir. Sri Purwanti salah satu anggota tim pengabdian Fapet Unhas ini menjelaskan, selain memberikan bibit ayam kampung lokal jenis Allope dan Kalosi yang di produksi sendiri Fakultas Peternakan Unhas, ia juga memberikan tata cara pemeliharan dan pemberian pakan lokal ternak ayam kampung serta peluang usaha ternak ayam kampung.

“Peluang bisnis ayam kampung masih sangat menjanjikan. Kebutuhan pasar yang tinggi membuat usaha ini tak kalah pamor dengan uaha ayam broiler. Jika dibandingkan dengan unggas lain, harga jual ayam kampung relatif lebih tinggi,” ujar Dr Sri.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa keuntungan bisnis ayam kampung memang sangat menggiurkan tidak hanya untuk keperluan dagingnya saja namun usaha penetasannya pun menghasilkan keuntungan yang cukup besar asal memperhatikan manajemen pemeliharaan dan pemberian pakannya.

Tim pengabdian masyarakat berharap dengan adanya kerjasama ini, profit para peternak di Desa Barana khususnya peternak unggas dapat meningkat dengan usaha ayam kampung ini. (*)

Tim Pengabdian Fapet Unhas: Peluang bisnis ayam kampung masih sangat menjanjikan
Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kerjasama dengan Keluarga Pemuda Pemudi Julukanayya (KPJ) terkait dengan budidaya ternak ayam kampung, di Desa Barana, Kec Bangkala Barat, Jeneponto, pada Kamis 2 September 2021 lalu.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com