Beranda » Video » Tutup Jembatan Kembar Sungguminasa, Wanita Ini Gelar Ritual Tolak Bala
Video

Tutup Jembatan Kembar Sungguminasa, Wanita Ini Gelar Ritual Tolak Bala

SUNGGUMINASA – Seorang wanita menggelar ritual menghalau bencana atau tolak bala di jembatan kembar Sungguminasa, Gowa, Jumat (25/1/2019).

Tak ayal hal ini sempat membuat kemacetan lalulintas yang mengarah ke kota Makassar, pengendara diberhentikan sekitar pukul 12.00 Wita bertepatan dengan waktu khotbah shalat Jumat.

Sejumlah video beredar yang memperlihatkan dua orang ibu-ibu, duduk bersila di jembatan, di depannya dua gelas berisi air putih yang beralaskan piring.

Diketahui sosok ibu ini adalah Daeng Pa’ja (45), seorang paranormal yang tinggal di Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Ritual daeng Pa’ja pun di akhiri dengan meminumkan air yang sudah diberi mantera dan diberikannya ke kedua orang pemuda.

Setelah menggelar ritual, Daeng Pa’ja dibawa ke pos pengamanan karena dianggap mengganggu jalur lalulintas.

Saat dimintai keterangan, Daeng Pa’ja mengaku bahwa ritual tersebut dia lakukan untuk kepentingan banyak orang.

“Penghuni bumi ini tidak lagi normal, Bumi ini hanya dihuni oleh pria dan wanita tidak ada yang lain. Sebab jika ada yang lain maka itulah penyebab bencana,” kata Daeng Pa’ja.

Data sementara dampak bencana di Sulawesi Selatan per 25/1/2019 pukul 12.00 WIB tercatat 59 orang meninggal, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, 3.481orang mengungsi, 79 unit rumah rusak ( 32 unit hanyut, 26 rusak berat, 2 rusak sedang, 14 rusak ringan, 5 tertimbun), 4.857 unit rumah terendam, dan 11.876 hektar sawah terendam banjir. Kerusakan sarana fisik antara lain 10 jembatan, 16,2 km jalan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 6 fasilitas pemerintah, dan 22 unit sekolah.

Banjir dan longsor menyebabkan banyak korban dan kerusakan di banyak wilayah. Dari total korban dan dampak bencana banjir menyebabkan 45 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, 46 orang luka, 6.596 orang terdampak, 3.481 orang mengungsi, 73 rumah rusak (24 rusak berat, 12 rusak ringan, 32 hanyut, 5 tertimbun), 12 fasilitas peribadatan, 2 pasar, 10 jembatan, 16,2 km jalan, 11.876 hektar sawah terendam. [*]