Advertisement - Scroll ke atas
News

Zubaidah: Kalaupun Maling, Pantaskah Suamiku Diperlakukan Seperti Binatang

1130
×

Zubaidah: Kalaupun Maling, Pantaskah Suamiku Diperlakukan Seperti Binatang

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Siti Zubaidah (25 tahun) begitu shock mendengar kabar suaminya, Muhamad Aljahra (30 tahun) yang dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri amplifier musholla. Peristiwa keji main hakim sendiri itu terjadi pada Selasa (1/8/2017) lalu.

Menurut Zubaidah, seharusnya suaminya tidak diperlakukan seperti hewan. “Kalaupun dia maling, kan nggak pantas diperlakukan seperti itu. Dia diperlakukan kayak binatang aja,” kata Zubaidah saat seperti dikutip detikcom di kediamannya di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017) malam.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Diketahui, Muhamad Aljahra dibakar hidup-hidup menggunakan bensin karena dituduh warga melakukan pencurian amplifier musholla Al Hidayah, Babelan, Bekasi.

Informasi tersebut beredar luas di media sosial beredar bahwa MA merupakan korban salah sasaran yang hanya numpang shalat di mushala tersebut. Pihak kepolisian menyatakan, berdasarkan keterangan dan alat bukti yang ada, memang benar terjadi pencurian.

Zubaidah meyakini suaminya tidak bersalah. Apalagi suaminya memang merupakan tukang reparasi peralatan elektronik. Zubaidah mengakui, suaminya memang kerap mencari ampli bekas. Dia menduga MA memang sedang membawa amplifier untuk direparasi ketika salat di Musala Al Hidayah.

“Saya sempat lihat di Youtube, ada videonya. Ada yang bilang di video itu kalau ampli musalanya itu masih ada di tempatnya. Tapi suami saya sudah dihakimi. Sekarang videonya sudah hilang,” kata Zubaidah.

Kepolisian kini tengah mencari sosok pembakar MA. Zubaidah berharap pelaku mendapatkan keadilan yang setimpal. “Mudah-mudahan terungkap yang membakar suami saya, cuma minta keadilan aja buat suami saya,” kata Zubaidah.

Sejauh ini polisi telah memeriksa 12 saksi yang melihat peristiwa pengeroyokan dan pembakaran yang menewaskan MA. “Dari 12 saksi itu ada 2 yang berpotensi menjadi tersangka,” ujar Kapolres Bekasi Kombes Pol Asep Adi Saputra. (*/shar)

error: Content is protected !!