PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Makassar

106 KL Solar Subsidi Tanpa Dokumen Disita TNI AL di Perairan Makassar

162
×

106 KL Solar Subsidi Tanpa Dokumen Disita TNI AL di Perairan Makassar

Sebarkan artikel ini
106 KL Solar Subsidi Tanpa Dokumen Disita TNI AL di Perairan Makassar
Operasi gabungan TNI Angkatan Laut mengungkap penyelewengan solar bersubsidi dalam skala besar di perairan Makassar. Dua kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) dan tujuh truk tangki diamankan bersama 106 kiloliter (KL) solar tanpa dokumen resmi.

MAKASSAR—Operasi gabungan TNI Angkatan Laut mengungkap penyelewengan solar bersubsidi dalam skala besar di perairan Makassar. Dua kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) dan tujuh truk tangki diamankan bersama 106 kiloliter (KL) solar tanpa dokumen resmi.

Penyergapan berlangsung Minggu dini hari (22/2/2026) sekitar pukul 00.06 WITA di kawasan muara Sungai Tello hingga pergudangan Tamalanrea. Tim gabungan Kodaeral VI Makassar mengepung lokasi dari dua arah dan menghentikan aktivitas distribusi ilegal tersebut.

Komandan Pangkalan TNI AL Makassar sekaligus Kodaeral VI, Bambang Trijanto, mengatakan praktik ini dijalankan secara terorganisir. Tujuh truk tangki mengisi solar dari dua SPBU berbeda yang masih dirahasiakan, lalu bergerak menuju dermaga ilegal di muara Sungai Tello.

“Setelah terisi penuh, solar dipindahkan dari truk ke kapal SPOB menggunakan pipa,” ujar Bambang saat gelar barang bukti di Dermaga Fasharkan Makassar, Rabu (25/2/2026).

Dua kapal yang diamankan masing-masing bernama SPOB Saniya dan SPOB Sukses Rahayu 1999. Keduanya disebut telah menunggu di laut untuk menerima muatan.

Tim juga menemukan dermaga ilegal sepanjang sekitar 300–400 meter yang dibangun dari bambu dan papan. Dermaga tersebut digunakan sebagai titik pemindahan solar dari darat ke laut.

“Kami mendeteksi kapal tanker yang berputar-putar mencurigakan. Tim Quick Response langsung bergerak,” kata Bambang.

Seluruh barang bukti kini diamankan. Kru kapal dan penanggung jawab kegiatan ditahan untuk pemeriksaan. Penanganan perkara telah dilimpahkan ke Polda Sulawesi Selatan.

Dugaan sementara, solar ilegal tersebut akan disalurkan ke luar Sulawesi Selatan dengan harga jual lebih tinggi.

“Solar bersubsidi harus sampai ke masyarakat, bukan dimainkan sindikat. Kerugian negara dari praktik ini sangat besar,” tegas Bambang.

Barang bukti meliputi dua kapal SPOB, tujuh truk tangki berkapasitas 5.000 hingga 24.000 liter, 106 KL solar jenis HSD, serta satu dermaga ilegal. (R077)

106 KL Solar Subsidi Tanpa Dokumen Disita TNI AL di Perairan Makassar
Operasi gabungan TNI Angkatan Laut mengungkap penyelewengan solar bersubsidi dalam skala besar di perairan Makassar. Dua kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) dan tujuh truk tangki diamankan bersama 106 kiloliter (KL) solar tanpa dokumen resmi.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com