JAKARTA – Pengerahan kekuatan besar dilakukan TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk memperkuat pengamanan di wilayah DKI Jakarta. Sebanyak 20.980 prajurit disiapkan dan digerakkan secara bertahap menyusul perkembangan situasi keamanan di ibu kota.
Dikutip dari Berita Satu, langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melalui Surat Telegram Panglima TNI. Ribuan personel dari berbagai satuan TNI AL, baik yang bertugas di Jakarta maupun dari luar daerah, dilibatkan dalam operasi penebalan pengamanan tersebut.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Yayan Sofiyan mengungkapkan, pengerahan pasukan dibagi menjadi empat tahap. Skema ini melibatkan satuan di bawah TNI AL yang berada di wilayah Jakarta hingga personel dari sejumlah daerah yang diperbantukan di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” kata Yayan di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pengerahan tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan mengerahkan 2.100 prajurit dari satuan yang sudah berada di Jakarta. Mereka berasal dari Korps Marinir, Komando Armada I (Koarmada I), Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III, dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).
Selanjutnya, pada tahap kedua dan ketiga, TNI AL menjadwalkan pergeseran 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Mobilisasi pasukan dilakukan menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan jalur darat.
Kekuatan tambahan tersebut berasal dari Koarmada II, Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2), Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal), Komando Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Akademi Angkatan Laut (AAL), serta sejumlah pangkalan TNI AL di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
Sementara itu, tahap keempat menjadi bagian dari kesiapan kekuatan terbesar. Sebanyak 13.140 personel dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) dan jajaran satuan TNI AL di wilayah Jakarta disiapkan dalam status siaga penuh.
Meski belum seluruhnya digerakkan ke lapangan, belasan ribu prajurit tersebut berada dalam kesiapan di markas masing-masing dan dapat dikerahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan serta instruksi komando.
Pengerahan hampir 21 ribu personel ini menunjukkan skala penebalan pengamanan yang disiapkan TNI AL untuk mengantisipasi perkembangan situasi di ibu kota. Seluruh unsur kekuatan disiapkan agar dapat bergerak secara terkoordinasi sesuai kebutuhan pengamanan Jakarta. (Ag4ys-BNetwork)













