Beranda ยป Pilkada ยป 13 Daerah Peserta Pilkada Serentak 2018 Bercalon Tunggal
Pilkada

13 Daerah Peserta Pilkada Serentak 2018 Bercalon Tunggal

MAKASSAR – Pilkada Serentak 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018, akan diikuti 171 daerah yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Dari 171 daerah tersebut, yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada, setidaknya hingga akhir pendaftaran peserta yang jatuh pada 10 Januari 2018, terdapat 13 daerah yang hanya memiliki calon tunggal.

Dari 13 daerah tersebut sebagaimana dirilis KPU RI, 2 diantaranya merupakan pemilihan Wali Kota yaitu Kota Prabumulih,Provinsi Sumatera Selatan dengan calon terdaftar pasangan Rodho Yahya – Adriansyah Fikri, sementara Kota Tanggerang Provinsi Banten, juga tercata satu pasang pendaftar yaitu pasangan H. Arief R. Wismansyah – Drs. H. Sachrudin.

Sementara itu 11 kabupaten yang hanya memiliki calon tunggal adalah :

  • Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, pasangan Andar Amin Harahap – Hariro Harahap,
  • Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah, pasangan Juliyatmono – Rober Christianto,
  • Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pasangan Mohammad Irsyad Yusuf – Mujib Imron,
  • Kabupaten Tanggerang, Banten, pasangan Ahmed Zaki Iskandar – H. Mad Romli,
  • Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Pasangan Muhammad Arifin Arpan – Syafrudin Noor,
  • Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, pasangan James Sumendap – Jesaja Jocke Oscar Legi,
  • Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pasangan Drs. Ramlan Badawi – MH Marthinus Tiranda,
  • Kabupaten Puncak Papua, pasangan Willem Wandik – Alus UK Murib,
  • Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pasangan Muslimin Bando – Asman,
  • Kabupaten Jayawijaya, Papua, pasangan Jhon Richard Banua – Marthin Yogobi.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, secara keseluruhan pilkada serentak 2018 ini akan diikuti 488 bakal pasangan calon, termasuk di dalamnya 13 pasangan calon tunggal.

Fenomena calon tunggal ini menurut Pramono menjadi keprihatinan banyak pihak, karena Pilkada seharusnya menjadi arena kontestasi antar-kandidat, jika hanya diikuti oleh satu bakal pasangan calon, berarti esensi kompetisi politik dalam Pilkada di tempat tersebut menjadi nihil. (464Ys)