PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Dunia

22 Duta Besar PBB Kutuk Perlakuan China Terhadap Uighur

532
×

22 Duta Besar PBB Kutuk Perlakuan China Terhadap Uighur

Sebarkan artikel ini
PBB Kutuk Perlakuan China Terhadap Uighur
Warga etnis Uighur duduk-duduk dekat patung mendiang Ketua Mao Zedong di Kashgar, Wilayah Autonomi Xinjiang Uighur, China, 23 Maret 2017.

DUNIA – Lebih dari 20 duta besar PBB mengirim surat kepada Dewan HAM di Jenewa, mengecam perlakuan China terhadap warga etnis Uighur dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Para diplomat PBB dari 22 negara yang sebagian besar Eropa bersama dengan Australia, Kanada, Jepang, dan Selandia Baru menandatangani surat itu. Amerika belum menandatangani.

Para duta besar menyatakan keprihatinan tentang “laporan kredibel penahanan sewenang-wenang, serta pengawasan luas dan pembatasan, terutama menarget warga Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang.”

Mereka mendesak China untuk menghentikan penahanan warga etnis minoritas itu dan memberi mereka “kebebasan bergerak” dalam komunitas mereka.

Para duta besar memilih untuk menyampaikan keprihatinan mereka dalam sebuah surat, daripada melalui resolusi yang pasti akan dibungkam oleh China.

“Pernyataan bersama itu penting tidak hanya bagi penduduk Xinjing, tetapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia yang bergantung pada badan HAM PBB untuk meminta pertanggungjawaban China,” kata Direktur Badan Pengawas PBB Jenewa, John Fisher, Rabu (10/7).

China membantah menahan orang-orang Uighur dan lainnya dalam apa yang oleh kelompok-kelompok HAM dan mantan tahanan disebut “kamp konsentrasi” yang bertujuan untuk secara paksa melebur mereka ke dalam masyarakat dan budaya China, tetapi menekan budaya dan agama mereka sendiri.

China menyebut kamp-kamp itu “pusat-pusat pendidikan kejuruan” yang didirikan untuk melatih orang-orang agar mendapat pekerjaan dan menjauhkan mereka dari tuduhan ekstremisme dan ancaman terorisme. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com