Advertisement - Scroll ke atas
KesehatanMakassar

15 Ribuan Kasus HIV AIDS di Makassar, Akbar Halim: Hampir Semua Profesi Ada Termasuk Jurnalis

2716
×

15 Ribuan Kasus HIV AIDS di Makassar, Akbar Halim: Hampir Semua Profesi Ada Termasuk Jurnalis

Sebarkan artikel ini
15 Ribuan Kasus HIV AIDS di Makassar, Akbar Halim: Hampir Semua Profesi Ada Termasuk Jurnalis
Akbar Halim praktisi program Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) mengaku kasus HIV AIDS di Sulsel seperti fenomena gunung es yang setiap tahunnya terus bertambah.

MAKASSAR—Kasus HIV AIDS di Sulawesi Selatan seperti fenomena gunung es yang setiap tahunnya terus bertambah. Hal ini disampaikan, Praktisi Program Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Akbar Halim pada Jumat (19/8/2022).

“Secara masif harus dilakukan langkah-langkah pencegahan diantaranya melalui pemberitaan terutama teman media aktif disitu karena banyak masyarakat beranggapan HIV AIDS hanya ada pada kelompok tertentu saja. Padahal faktanya tidak seperti itu karena dari data hampir semua profesi ada termasuk untuk jurnalis bahkan sampai bayi ada 60 bayi di makassar terkena HIV AIDS,” ungkapnya.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Ia menjelaskan berdasarkan data hingga saat ini jumlah kasus HIV AIDS di sulsel sebanyak 26 ribuan dimana sekitar 70 persen adalah laki-laki.

“Transmisi atau penularan HIV AIDS sekarang beralih yang pada tahun 2007 biasanya melalui suntik, tapi kalau sekarang kembali melalui seks bebas karena ini bersifat privasi dan datanya saat ini ada sekitar 26 ribuan kasus di sulsel dan 70 persen adalah laki-laki, ini bahaya karena kalau laki-laki dampaknya kepada perempuan dan anak,” jelasnya.

“Setiap tahun ditemukan kasus antara 600 sampai 700 kasus HIV AIDS baru yang sebanyak 15 ribuan ada di Makassar,” tuturnya.

Akbar Halim mengatakan populasi penularan yang dulu hanya dikalangan psk sekarang juga terjadi dikalangan ibu rumah tangga.

“Semua profesi ada kasus HIV AIDS termasuk jurnalis juga ada, kalau mau tau jumlah, tanyamaki ke jurnalis yang cukup konsen persoalan semacam ini, bahkan yang jadi masalah sudah masuk di seluruh populasi yang dulu cuma PSK. Sekarang ada ibu rumah tangga padahal mereka mengatakan saya seks hanya sama suamiku, tapi mungkin suaminya yang berprilaku tidak sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan konsep pencegahan HIV AIDS A,B,C,D,E sudah benar. “Sudah benar konsep pencegahan HIV AIDS Absen atau laki-laki dan perempuan yang belum menikah tidak melakukan seks, Bifaktiful tidak gonta-ganti pasangan namun banyak perselingkuhan, banyak membeli seks,” tambahnya.

“Kata ketiga, C kondom tapi persoalan kita dapat tantangan luar biasa kalau distribusi kondom, kita sosialiasi, kita dianggap mendukung seks bebas, bukan begitu maksudnya, sama saja kita punya pisau apakah digunakan membunuh kan tidak jadi kondom adalah alat pencegahan, kondom menjaga kelahiran bayi, kemudian Drugs tidak mengkonsumsi narkoba, ini luar biasa terjadi dan ujungnya pengguna narkoba yah seks, dan terakhir adalah Education atau aktif mencari informasi yang benar,” pungkas Akbar. (*)

error: Content is protected !!