Intens Rapat Koordinasi, Tekad KPAP Tekan HIV AIDS di Sulsel

Intens Rapat Koordinasi, Tekad KPAP Tekan HIV AIDS di Sulsel
KPAP Sulsel intens melakukan rapat koordinasi dalam upaya pengendalian HIV AIDS di Sulsel Rabu (23/3/2022) kemarin.

MAKASSAR—Tim Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Selatan terus berupaya menghadirkan inovasi dan gagasan-gagasan dalam penanggalan HIV AIDS di Sulsel.

Hal itu tidak terlepas dari arahan dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Ketua KPAP Sulawesi Selatan.

Sekertaris KPAP Sulawesi Selatan, Muharram Sahude, mengungkapkan bahwa KPAP Sulsel intens melakukan rapat koordinasi dalam upaya pengendalian HIV AIDS di Sulsel.

“Koordinasi ini sebagai bentuk sinergitas bersama guna melakukan terobosan serta inovasi dalam upaya penanggulangan AIDS khususnya di Sulsel,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Selain itu, kata Muharram, Tim KPAP Sulsel juga mulai intens membangun sinergitas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sinergitas ini dilakukan sebagai upaya dalam merancang terobosan kedepannya sehingga terwujud sebuah realistik plan dengan target terukur dan tereksekusi dengan kinerja yang lebih baik,” tegasnya.

Berita Lainnya

Muharram mengaku telah menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulsel Iqbal Najamuddin selaku Wakil Ketua Pelaksana 2 pada Selasa 22 Maret 2022.

Selanjutnya pada Rabu 23 Maret rapat koordinasi dilakukan dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan selaku Wakil Sekretaris Tim KPAP Sulsel Husni Thamrin, pada Rabu 23 Maret.

Diharapkan kedepan akan terbentuk inovasi dan terobosan terhadap upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan HIV AIDS di Sulsel.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, “KPAP Sulsel diharapkan mampu berperang dalam menekan kejadian HIV/Aids di Sulsel dengan melalukan pemberdayaan masyarakat dan mengedukasi masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko, memutus penularan dan ketekunan minum obat bagi penderita,” jelasnya. (*)

Lihat Juga:  Terkait Temuan BPK di Tiga OPD, Plt Gubernur Sulsel Tunggu hasil Inspektorat sebelum Diputuskan

Berita terkait