PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin Panjang
Media Kampus

Tombolo Smart Plus, Perpustakaan Desa yang Menumbuhkan Budaya Literasi di Jeneponto

71
×

Tombolo Smart Plus, Perpustakaan Desa yang Menumbuhkan Budaya Literasi di Jeneponto

Sebarkan artikel ini
Perpustakaan Desa
Mahasiswa KKN Unhas, bersama sejumlah murid SD di Pertpustakaan Tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto,

Jeneponto — Gerakan meningkatkan budaya literasi tak selalu harus dimulai dari ruang kelas. Di Desa Tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, semangat itu tumbuh dari sebuah ruang yang dekat dengan masyarakat: Perpustakaan Tombolo Smart Plus.

Berada di Dusun Lantang, Tombolo Smart Plus hadir sebagai ruang belajar sekaligus tempat masyarakat mengakses berbagai bahan bacaan. Keberadaannya menjadi salah satu upaya mendekatkan buku kepada warga, terutama anak-anak dan generasi muda.

Perpustakaan desa bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Pengelolaan yang baik menjadi bagian penting agar keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Koleksi bacaan perlu ditata secara rapi sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukan buku sesuai kebutuhan dan minat.

Kenyamanan juga menjadi faktor penting. Ruang yang bersih, rapi, dan tertata dapat membuat anak-anak maupun warga lebih betah untuk membaca, belajar, atau sekadar mencari informasi.

Bagi pelajar, Tombolo Smart Plus dapat menjadi ruang alternatif untuk mengembangkan pengetahuan di luar pembelajaran formal di sekolah. Mereka bisa membaca, mencari referensi, mengerjakan tugas, hingga menemukan informasi baru sesuai minat masing-masing.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, menjaga ketertarikan masyarakat terhadap buku tentu bukan perkara mudah. Karena itu, perpustakaan desa dituntut untuk terus beradaptasi dan menghadirkan kegiatan yang lebih menarik.

Literasi pun tidak harus selalu berlangsung dengan cara membaca buku secara mandiri. Tombolo Smart Plus dapat dikembangkan menjadi ruang berbagai aktivitas edukatif, mulai dari membaca bersama, mendongeng, diskusi, pelatihan, hingga kegiatan kreatif yang melibatkan anak-anak dan masyarakat.

Dengan pengelolaan yang konsisten serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat, Tombolo Smart Plus diharapkan terus berkembang sebagai pusat kegiatan literasi di Desa Tombolo.

Sebab, perpustakaan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang tersimpan di dalamnya. Lebih dari itu, perpustakaan adalah ruang untuk membuka pintu pengetahuan dan menumbuhkan kebiasaan belajar.

Dari Desa Tombolo, gerakan itu bisa dimulai dari hal sederhana: datang ke perpustakaan, membuka sebuah buku, membaca, lalu berbagi pengetahuan. Tombolo Smart Plus menjadi bukti bahwa budaya literasi dapat tumbuh dari desa dan dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Alfian A. (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com