JENEPONTO — Pemerintah Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menerapkan pola penyaluran berbeda dalam distribusi bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Warga penerima yang sedang sakit maupun penyandang disabilitas mendapat kemudahan dengan bantuan diantarkan langsung ke rumah.
Langkah tersebut dilakukan Lurah Bontoa, Saharullah S, bersama Admin Beras Kelurahan Bontoa Muh. Asri dan Koordinator Pengawas Bulog Kabupaten Jeneponto dalam penyaluran bantuan beras CPP, Kamis (24/9/2026).
Pada hari pertama penyaluran, pelayanan diprioritaskan bagi warga penerima yang dapat hadir langsung tanpa melalui perwakilan maupun pergantian anggota keluarga.
Sementara bagi penerima yang sedang sakit, terbaring di rumah, maupun penyandang disabilitas, pemerintah kelurahan mengambil langkah dengan mengantarkan bantuan secara langsung.
Saharullah mengatakan, penyaluran bantuan beras CPP tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Lurah Bontoa.
“Iye, ini adalah penyaluran yang ketiga kalinya semenjak saya menjadi lurah di Kelurahan Bontoa,” ujar Saharullah.
Menurutnya, pola pelayanan tersebut menjadi terobosan untuk mempercepat proses distribusi sekaligus memberikan kemudahan kepada kelompok penerima yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke lokasi penyaluran.
“Kami melihat penyaluran sangat cepat, tepat dan lancar serta sangat membantu dan mempermudah bagi warga yang sedang terbaring sakit atau disabilitas,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan beras CPP hari pertama dilakukan melalui dua titik pelayanan untuk proses pemotretan atau dokumentasi penerima.
Titik pertama berada pada layanan Admin Beras Kelurahan Bontoa, sedangkan titik lainnya dilakukan melalui pihak Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto.
Admin Beras Kelurahan Bontoa, Muh. Asri, mengatakan seluruh proses penyaluran tetap mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah maupun instansi terkait.
“Kami bersama pemerintah Kelurahan Bontoa harus menginginkan bagaimana bantuan tersebut dapat tepat sasaran dengan berpedoman pada petunjuk teknis yang ada,” ujarnya.
Menurut Asri, pola penyaluran secara bertahap juga diterapkan untuk mencegah terjadinya antrean panjang dan membuat pelayanan kepada warga lebih tertib.
Tahap pertama diperuntukkan bagi penerima yang dapat hadir secara langsung. Sedangkan tahap berikutnya menyasar penerima yang berhalangan hadir dan membutuhkan perwakilan atau pergantian penerima sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kelurahan Bontoa berharap mekanisme tersebut dapat membuat penyaluran bantuan beras CPP berlangsung lebih cepat, tertib dan tepat sasaran, sekaligus memastikan warga yang memiliki keterbatasan tetap mendapatkan hak bantuan tanpa harus datang ke lokasi penyaluran.(5353)













