JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong percepatan pemerataan akses listrik di desa terpencil dan wilayah kepulauan. Hal itu disampaikan saat melakukan audiensi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (22/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Andi Sudirman didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muh Yusran Lalogau.
Audiensi membahas usulan Program Listrik Desa (Lisdes) yang ditujukan bagi desa-desa terpencil dan kawasan kepulauan di Sulawesi Selatan, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Pangkep.
Menurut Andi Sudirman, Program Lisdes merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Kementerian ESDM. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan data kebutuhan masyarakat yang mencakup puluhan ribu kepala keluarga sebagai dasar pengajuan program tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan Listrik Desa (Lisdes) untuk desa terpencil dan kepulauan di Sulsel, termasuk Selayar dan Pangkep. Program ini merupakan prioritas Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian ESDM yang kami sambut dengan data puluhan ribu KK di Sulsel,” kata Andi Sudirman.
Ia menjelaskan, Program Lisdes mencakup berbagai bentuk intervensi, mulai dari pemasangan SuperSUN, perluasan jaringan listrik, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, hingga program elektrifikasi lainnya yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Selain membahas elektrifikasi, Andi Sudirman bersama Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali juga mengusulkan pembangunan storage tank atau tangki penampungan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Selayar.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan BBM di wilayah kepulauan yang selama ini kerap mengalami gangguan pasokan, terutama saat cuaca ekstrem menghambat distribusi.
“Kami juga bersama Bapak Bupati Selayar mengajukan storage tank penampungan BBM untuk Kepulauan Selayar, mengingat minimnya pasokan pada musim ekstrem akibat terhambatnya suplai,” ujarnya.
Andi Sudirman berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan usulan tersebut agar masyarakat di desa terpencil dan kawasan kepulauan Sulawesi Selatan memperoleh akses listrik yang andal selama 24 jam sekaligus memiliki jaminan ketersediaan BBM.
“Semoga usulan ini segera terealisasi sehingga akses listrik bagi saudara kita di desa terpencil dan kepulauan dapat dirasakan 24 jam setiap hari secara stabil,” tutupnya.(Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter : Yusril Irhaz













