MAKASSAR — Sebanyak 28.443 ton beras disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan masyarakat Sulawesi Selatan selama tiga bulan. Pemerintah memastikan stok beras aman, sementara distribusi bantuan mulai digerakkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut resmi diluncurkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Perum Bulog Kanwil Sulselbar di KDKMP Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (13/8/2026).
Pelepasan armada distribusi menjadi penanda dimulainya penyaluran bantuan kepada 948.089 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sulsel. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan.
Dengan jumlah penerima tersebut, beras yang disalurkan mencapai 9.480.890 kilogram atau sekitar 9.481 ton setiap bulan. Jika dihitung untuk tiga bulan, totalnya mencapai 28.442.670 kilogram atau sekitar 28.443 ton.
Gubernur Andi Sudirman mengatakan pemanfaatan KDKMP dalam distribusi bantuan pangan menjadi langkah baru di Sulsel. Skema tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat penyaluran, tetapi juga memperkuat peran koperasi desa dan kelurahan dalam mendukung kebutuhan masyarakat.
“Kami bersama Perum Bulog Kanwil Sulselbar melakukan pemanfaatan Kopdes Merah Putih. Dan ini kali pertama dilakukan di Sulsel untuk menyalurkan bantuan beras ke masyarakat,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi 2026 yang diarahkan pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi.
“Penyaluran bantuan pangan beras ini sebagai salah satu paket stimulus ekonomi tahun 2026 merupakan program direktif Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Menko Pangan untuk memanfaatkan Kopdes Merah Putih, terutama bantuan subsidi pangan masyarakat,” jelasnya.
Pemprov Sulsel selanjutnya mendorong koordinasi antara organisasi perangkat daerah yang menangani urusan pangan, Dinas Sosial kabupaten/kota, dan Perum Bulog agar distribusi bantuan berjalan sesuai sasaran dan jadwal.
Di tengah penyaluran bantuan tersebut, Bulog juga memastikan ketersediaan beras di Sulsel masih aman. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar Fahrurozi menyebut stok beras yang tersedia saat ini mampu menopang kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
“Stok pangan beras kita per hari ini ada sekitar 862 ribu ton, artinya stok kita bisa mencukupi 10 bulan ke depan dan masih bisa dijamin ketahanan pangan masyarakat,” ungkap Fahrurozi.
Bulog menyatakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang masih mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar selama periode distribusi.
Fahrurozi juga memastikan kesiapan logistik telah dilakukan agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan sesuai jadwal. Ia meminta masyarakat tidak merespons situasi pasar dengan membeli beras secara berlebihan.
“Jadi tidak perlu panic buying karena stok beras di Sulsel cukup melimpah,” tegasnya.
Dengan bantuan hampir 28,5 ribu ton beras dalam tiga bulan, pemerintah berharap program tersebut menjadi bantalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menjaga stabilitas pangan Sulsel di tengah kebutuhan ekonomi yang terus bergerak. (Cr/Ag4ys)
Citiyen Reporter: Yusril Irhaz













