MAKASSAR—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kota Makassar melakukan percepatan Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air sembarangan, sekaligus untuk mendukung kualitas sanitasi.
Hal itu sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Kota Makassar, M. Anshar belum lama ini, terlebih berdasarkan data dari dinas kesehatan diketahui, masih ada 21 Kelurahan di Kota Makassar yang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau belum ODF.
“Untuk meningkatkan kualitas sanitasi di Kota Makassar, Dinas Kesehatan bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar melakukan percepatan ODF,” ungkap M. Anshar.
Menurut M. Anshar, langkah tersebut sebagai salah satu bagian dari program pembangunan di bidang kesehatan. Karena itu, dia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat serta meningkatkan standar sanitasi di Kota Makassar.
Kepala Dinkes Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin berharap melalui kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum upaya percepatan open defecation free (ODF) atau tidak buang air sembarangan bisa berjalan maksimal.
“Kita terus genjot ini hadirnya WC sehingga diharapkan ke depannya sudah tidak ada lagi masyarakat yang buang air di sembarang tempat, karena ini bisa menjadi sumber penyakit baru,” tegas Kepala Dinkes Makassar yang akrab disapa dr. Ida.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD Pengelolaan Air Limbah (PAL) DInas PU Kota Makassar, Hamka Darwis mengatakan, kerja sama dengan Dinas Kesehatan Makassar itu dalam bentuk dukungan infrastruktur atau pengerjaan fisik.
“Salah satu upaya itu dengan membangun jamban atau wc di lokasi yang direkomendasikan,” jelasnya. (*/4dv)

















