PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahWorld Cleanup Day 2026, Kelurahan Bitowa Gelar Kerja Bakti MassalSeminar Nasional Dokter di Makassar Bahas Inovasi Pemeriksaan Kesehatan Saluran CernaToreh Sejarah, Pascasarjana UNDIPA Makassar Wisuda 7 Magister Informatika Angkatan PerdanaKarhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahWorld Cleanup Day 2026, Kelurahan Bitowa Gelar Kerja Bakti MassalSeminar Nasional Dokter di Makassar Bahas Inovasi Pemeriksaan Kesehatan Saluran CernaToreh Sejarah, Pascasarjana UNDIPA Makassar Wisuda 7 Magister Informatika Angkatan PerdanaKarhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam Semalam
Makassar

Warga Terdampak Banjir Blok 8 Terima Layanan Kesehatan Siaga dari Pemkot Makassar

775
×

Warga Terdampak Banjir Blok 8 Terima Layanan Kesehatan Siaga dari Pemkot Makassar

Sebarkan artikel ini
Warga Terdampak Banjir Blok 8 Terima Layanan Kesehatan Siaga dari Pemkot Makassar
Tim medis yang terdiri dari tenaga kesehatan (nakes) dari seluruh puskesmas se-Makassar disiagakan di Posko Pengungsian Masjid Al-Muttaqin Blok 8 untuk memberikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

MAKASSAR—Warga terdampak banjir di Blok 8 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal pelayanan kesehatan.

Tim medis yang terdiri dari tenaga kesehatan (nakes) dari seluruh puskesmas se-Makassar disiagakan di Posko Pengungsian Masjid Al-Muttaqin Blok 8 untuk memberikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Fokus utama tim medis adalah memastikan kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pasca-banjir.

Mulyani, seorang perawat dari Puskesmas Bara-baraya yang bertugas di posko, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan warga secara umum terpantau baik.

“Secara keseluruhan, alhamdulillah kondisi kesehatan warga masih aman. Hanya ada beberapa yang mengalami keluhan seperti tekanan darah tinggi dan gatal-gatal,” ujarnya pada Kamis, 26 Desember 2024.

Data yang tercatat menunjukkan empat warga memeriksakan tekanan darah dan satu warga mengeluhkan gatal-gatal. Keluhan-keluhan ini umumnya muncul akibat kondisi lingkungan yang lembap dan kelelahan setelah membersihkan rumah.

Lebih dari sekadar pengobatan, tim medis juga aktif memberikan edukasi kesehatan kepada warga, menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan pasca-banjir.

Edukasi disesuaikan dengan kelompok usia, dengan penekanan khusus pada praktik mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setelah beraktivitas, serta cara membersihkan rumah yang efektif untuk mencegah penyebaran penyakit. Hal ini penting mengingat risiko penyakit pasca-banjir seperti diare, infeksi kulit, dan penyakit pernapasan.

Pelayanan kesehatan di posko berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WITA, dengan sistem *shift* yang melibatkan empat nakes setiap harinya.

Layanan ini direncanakan akan berlangsung hingga 2 Januari 2025, memastikan warga tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama masa pemulihan.

Fasilitas yang disediakan mencakup obat-obatan untuk berbagai keluhan umum seperti tekanan darah tinggi, gula darah, gatal-gatal, diare, batuk, demam, maag, salep, serta peralatan untuk penanganan cedera ringan.

Satu unit ambulans juga disiagakan di posko untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap jika diperlukan kondisi darurat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Makassar untuk memastikan kebutuhan medis warga terdampak banjir terpenuhi dengan baik. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com