MAKASSAR — Plt. Camat Manggala Rahmat, S.STP., M.Si., mengambil langkah cepat meredam ketegangan antara warga Bitowa Lama dan Kompleks Kodam Lama yang terlibat bentrokan. Pemerintah Kecamatan Manggala mempertemukan kedua pihak bersama aparat keamanan dan unsur masyarakat untuk mencegah konflik kembali meluas.
Pertemuan yang digelar Selasa (15/9/2026) itu menjadi langkah pemerintah kecamatan mencari solusi atas persoalan antarwarga yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Plt. Camat Manggala Rahmat, S.STP., M.Si., bersama Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., Danramil 1408-10 Panakkukang-Manggala Mayor Inf. Mappayukkung, S.Sos., Babinsa, Bhabinkamtibmas/Binmas, Lurah Bitowa, para Ketua RT dan RW serta tokoh terkait duduk bersama membahas kondisi di kedua wilayah.
Namun, dalam pertemuan tersebut muncul persoalan yang tak kalah serius. Konflik antarorang dewasa mulai berdampak terhadap anak-anak usia sekolah.
Kepala Sekolah SD Bitowa, Sumardani, S.Pd.,GR., turut menyampaikan kondisi lingkungan pendidikan. Sejumlah siswa disebut mengalami kendala mengikuti kegiatan belajar akibat situasi konflik yang terjadi di sekitar mereka.
Kondisi ini menjadi perhatian Plt. Camat Manggala. Pemerintah kecamatan menegaskan persoalan antarwarga tidak boleh menyeret anak-anak yang tidak memiliki keterlibatan dalam konflik tersebut.
Camat bersama unsur TNI dan Polri kemudian meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat kembali memicu bentrokan. Keamanan warga, terutama anak-anak, menjadi kepentingan yang harus dijaga bersama.
Pemerintah Kecamatan Manggala juga membuka ruang penyelesaian melalui musyawarah. Namun, apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, penyelesaiannya tetap diserahkan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif, para Ketua RT dan RW dari kedua wilayah diminta aktif berkomunikasi dengan warga dan ikut meredam potensi konflik di lingkungannya masing-masing.

Bagi pemerintah kecamatan, persoalan ini tidak berhenti pada bagaimana menghentikan bentrokan. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni memastikan aktivitas masyarakat kembali normal dan anak-anak dapat menjalani proses belajar tanpa rasa takut.
Camat Manggala bersama jajaran terkait selanjutnya diharapkan terus memantau perkembangan situasi di kedua wilayah. Komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat juga akan menjadi bagian penting untuk mencegah konflik kembali pecah.
Langkah mempertemukan kedua pihak menjadi momentum bagi Pemerintah Kecamatan Manggala untuk menghentikan ketegangan sekaligus membangun kembali komunikasi warga.
Camat Manggala kini menghadapi pekerjaan penting: bukan hanya menjaga agar bentrokan tidak kembali terjadi, tetapi memastikan konflik orang dewasa tidak lagi mengorbankan keamanan dan pendidikan anak-anak. (4r5)













