MAKASSAR — Pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa belum sepenuhnya beres. Temuan di lapangan bahkan membuat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali meminta sejumlah pekerjaan segera dituntaskan.
Di tengah sorotan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Manggala Rahmat, S.STP., M.Si., turun langsung mengawal penataan kawasan TPA yang berada di wilayah Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Rahmat bersama Sekretaris Camat Manggala Andy Beso, S.STP., dan para lurah se-Kecamatan Manggala mendampingi Munafri meninjau langsung progres pembangunan dan penataan TPA Bintang 5, kandang sapi, serta Rumah Potong Hewan (RPH).
Peninjauan itu menjadi penting karena TPA Tamangapa tengah didorong beralih dari pola open dumping menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih terkendali dan berkelanjutan.
Namun, Munafri mengaku kondisi di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya telah diarahkan masih ditemukan belum tuntas.
“Hanya saja, tidak seperti yang saya bayangkan. Artinya sudah dikasih tahu ini yang harus dilakukan,” ujar Munafri.
Meski begitu, perubahan wajah TPA Tamangapa mulai terlihat. Penataan kawasan dinilai jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, termasuk berkurangnya bau menyengat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sekitar.
Tetapi pemerintah kota tidak ingin berhenti pada perubahan tampilan. Persoalan infrastruktur pendukung, khususnya drainase dan pengelolaan air lindi, masih menjadi pekerjaan besar.
Munafri menegaskan, aliran drainase yang membawa air lindi harus terhubung dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Langkah itu penting untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan dan masuknya air lindi ke kawasan permukiman warga.
“Yang utama adalah alur dari drainase lindi yang terhubung dengan IPAL untuk memastikan air lindi itu tidak mencemari atau masuk ke dalam wilayah-wilayah permukiman masyarakat,” tegasnya.
Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan drainase sepanjang sekitar 700 hingga 800 meter yang mengelilingi kawasan TPA. Kapasitas kolam lindi juga akan ditambah untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah kawasan tersebut.
Dalam kondisi itu, Rahmat menegaskan kesiapan Kecamatan Manggala untuk ikut mengawal proses pembenahan. Bersama jajaran kecamatan dan kelurahan, ia memastikan dukungan terhadap program Pemkot Makassar berjalan hingga ke tingkat wilayah.
Bagi Kecamatan Manggala, pembenahan TPA Tamangapa bukan sekadar proyek penataan kawasan. Keberhasilannya berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan dan kualitas hidup warga yang bermukim di sekitar TPA.
Karena itu, Rahmat memilih berada di lapangan bersama jajaran pemerintah kota. Pesannya jelas: pembenahan TPA Tamangapa tidak boleh berhenti pada perubahan wajah, tetapi harus benar-benar memastikan persoalan sampah, lindi, drainase, dan dampak lingkungan tertangani. (70n)













