PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bukan Sekadar Pukul Bola, Hasbi Siapkan Babak Baru Gateball SulselDari 3 Jadi 5,3 Ton! Inovasi Mahasiswa Unhas Bikin Panen Petani Bone MeledakTPA Tamangapa Belum Beres, Plt Camat Manggala Ikut Turun Tangan Kawal PembenahanDPP NasDem Copot Didis Suryadi dari Ketua DPRD Jeneponto, Sumarni Kr. Layu Naik TahtaBidik Kembali Takhta Politik Sulsel, IAS Gandeng Supriansa Pimpin GolkarJatah Solar Dipangkas Separuh, Sopir Toraja Utara Kelimpungan: Antre hingga 3 Jam!PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bukan Sekadar Pukul Bola, Hasbi Siapkan Babak Baru Gateball SulselDari 3 Jadi 5,3 Ton! Inovasi Mahasiswa Unhas Bikin Panen Petani Bone MeledakTPA Tamangapa Belum Beres, Plt Camat Manggala Ikut Turun Tangan Kawal PembenahanDPP NasDem Copot Didis Suryadi dari Ketua DPRD Jeneponto, Sumarni Kr. Layu Naik TahtaBidik Kembali Takhta Politik Sulsel, IAS Gandeng Supriansa Pimpin GolkarJatah Solar Dipangkas Separuh, Sopir Toraja Utara Kelimpungan: Antre hingga 3 Jam!
Olahraga

Bukan Sekadar Pukul Bola, Hasbi Siapkan Babak Baru Gateball Sulsel

10
×

Bukan Sekadar Pukul Bola, Hasbi Siapkan Babak Baru Gateball Sulsel

Sebarkan artikel ini
Hasbi Syamsu Ali
Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, Ketua Umum. Di bawah kepemimpinannya, PERGATSI Sulsel masa bakti 2025–2029.

MAKASSAR — Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Pengurus Provinsi PERGATSI Sulsel masa bakti 2025–2029 dijadwalkan dilantik dan dikukuhkan, Jumat (4/9/2026).

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IV PERGATSI Sulsel 2026 di Mahoni Hall Lantai 2 Hotel Claro Makassar, mulai pukul 18.00 WITA.

Kepengurusan baru dipimpin Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM sebagai Ketua Umum. Di bawah kepemimpinannya, PERGATSI Sulsel tidak hanya ditargetkan mengejar prestasi atlet, tetapi juga membangun ekosistem gateball yang lebih kuat, terarah, dan inklusif.

Bagi Hasbi, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian struktur organisasi. Momentum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, memperluas pengembangan gateball ke daerah, serta menghadirkan kompetisi yang semakin berkualitas.

Namun, Hasbi memiliki pandangan lebih jauh. Menurutnya, gateball bukan sekadar olahraga memukul bola. Di balik permainan sederhana tersebut terdapat strategi, kecermatan, pengendalian diri, kepemimpinan hingga kemampuan mengambil keputusan.

“Gateball lahir dari kesederhanaan. Ia bukan permainan yang membutuhkan fasilitas mewah atau kekuatan fisik yang luar biasa. Justru dari keterbatasan itu lahir sebuah permainan yang mengajarkan bagaimana manusia menggunakan kecerdasan, ketepatan, kesabaran dan kerja sama,” kata Hasbi dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

Gateball sendiri lahir di Jepang pada 1947 dan terinspirasi dari olahraga croquet. Seiring perkembangannya, olahraga ini menjadi permainan yang dapat dimainkan lintas usia dan jenis kelamin.

Di Indonesia, gateball mulai dikenal sekitar 1994 di Bali. PERGATSI kemudian dideklarasikan pada 2011 sebagai wadah nasional dan tercatat sebagai cabang olahraga prestasi serta anggota KONI pada 2013.

Menurut Hasbi, kekuatan utama gateball justru terletak pada strategi. Pemain dituntut membaca posisi bola, memperhitungkan gerakan lawan, menentukan arah pukulan, mengukur risiko, hingga memikirkan konsekuensi setiap keputusan.

“Kita belajar bahwa hidup tidak selalu membutuhkan kekuatan yang besar. Yang lebih penting adalah kemampuan menentukan arah dan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.

Olahraga tersebut juga mengajarkan pentingnya kerja sama. Dalam permainan beregu, seorang pemain tidak selalu harus menjadi pencetak poin. Ada kalanya pemain harus mengambil keputusan yang membuka peluang bagi rekan setimnya.

“Kadang-kadang kita harus mengambil peran yang tidak terlihat, tetapi justru menentukan keberhasilan tim,” kata Hasbi.

Filosofi itulah yang ingin dibawa Hasbi ke dalam organisasi PERGATSI Sulsel. Ia ingin gateball menjadi medium pembentukan karakter, terutama melalui disiplin, sportivitas, kepatuhan terhadap aturan, pengendalian ego, komunikasi, dan penghormatan terhadap lawan.

“Gateball mengajarkan bahwa dalam sebuah tim setiap orang memiliki peran. Ada pemain, ada kapten, ada pelatih, ada wasit. Semuanya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi,” jelasnya.

Karena itu, Hasbi menegaskan prestasi tetap menjadi target utama, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan organisasi. Ia ingin gateball Sulsel mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjadi ruang membangun persahabatan, kebersamaan, karakter dan kesehatan masyarakat.

“Prestasi tentu penting. Kita ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi dan membawa nama Sulawesi Selatan ke tingkat nasional bahkan internasional. Tetapi lebih dari itu, kita ingin gateball menjadi ruang untuk membangun karakter, persahabatan, kebersamaan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Melalui Rakerprov IV, Hasbi berharap seluruh program kerja periode 2025–2029 tidak berhenti di atas kertas. Pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, pengembangan daerah, serta peningkatan kualitas kompetisi harus memiliki target dan pelaksanaan yang jelas.

Ia juga mendorong gateball diperkenalkan lebih luas kepada generasi muda. Menurutnya, gateball tidak semestinya hanya dipandang sebagai olahraga kelompok usia tertentu karena dapat dimainkan lintas generasi.

“Gateball jangan hanya dipersepsikan sebagai olahraga untuk kelompok usia tertentu. Ini olahraga yang bisa dimainkan lintas generasi. Anak muda bisa bermain, orang tua bisa bermain, laki-laki dan perempuan bisa bermain,” katanya.

Hasbi pun merangkum filosofi kepemimpinannya di PERGATSI Sulsel melalui satu prinsip sederhana: bukan seberapa keras bola dipukul, tetapi seberapa tepat arah pukulannya.

“Dalam gateball, kita tidak dituntut untuk selalu memukul bola dengan keras. Kita dituntut untuk memukul dengan tepat. Bagi saya, filosofi gateball adalah tentang bagaimana menentukan arah, membaca keadaan, mengendalikan ego, bekerja bersama dan berani mengambil keputusan,” pungkasnya. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Asri Tadda

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com