PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam •
Media Kampus

Mahasiswa LPDP-PKUMI Perkenalkan Budaya Bugis di Amerika Serikat

861
×

Mahasiswa LPDP-PKUMI Perkenalkan Budaya Bugis di Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa LPDP-PKUMI Perkenalkan Budaya Bugis di Amerika Serikat
Mahasiswa Doktoral Universitas PTIQ atas beasiswa LPDP-PKUMI, Darlis, mempresentasikan filosofi budaya Kamase'-kamase' di Universitas California, Riverside (UCR) Amerika Serikat, dalam kelas mingguan Cultural Conversation Class yang dilaksanakan International Students and Scholars (ISS) UCR, Selasa 16 April 2024 waktu California lalu. (Foto: Muhammad Aras Prabowo)

CALIFORNIA—Di tengah isu krisis lingkungan yang semakin mengglobal, Darlis sebagai mahasiswa Doktoral Universitas PTIQ atas beasiswa LPDP-PKUMI, mempresentasikan filosofi budaya Kamase’-kamase’ di Universitas California, Riverside (UCR) Amerika Serikat, dalam kelas mingguan Cultural Conversation Class yang dilaksanakan International Students and Scholars (ISS) UCR, Selasa 16 April 2024 waktu California lalu.

Sesuai keterangan tertulis yang diterima Mediasulsel.com, Senin (22/4/2023), kegiatan tersebut merupakan program penguatan bahasa dan sharing budaya seluruh mahasiswa non-Amerika dari seluruh dunia, seperti German, Rusia, Mexico, Iran, Korea, Jepang, China, India dan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Darlis yang juga Dosen UIN Datokarama Palu memaparkan kondisi ril kerusakan lingkungan di Indonesia. Ia menyatakan bahwa salah satu sebab kerusakan tersebut adalah gaya hidup konsumerisme dan materialisme.

Pada konteks itu, pembina pesantren Anwarul Quran Palu tersebut menegaskan pentingnya minimalism sebagai gaya hidup di tengah krisis ekologis dewasa ini.

Menurutnya, minimalism merupakan pandangan dunia dan gaya hidup yang menekankan kesederhanaan (simplicity) dan keberfungsian (fungsionality). Minimalism, tambahnya, tidak hanya ekologis, tapi juga merupakan cara untuk mencapai kebahagian (happiness) dan kemerdekaan (freedom) serta kemelekatan (attachment) dengan diri dan keluarga.

Dalam momen tersebut, Darlis yang sedang menulis Disertasi tentang Manusia Ekologis juga menampilkan praktek dan filosofi Kamase’-kamase sebagai salah satu praktek hidup minimalis masyarakat Ammatoa Kajang, Sulawesi Selatan.

Di akhir presentasi, Mrs Candace sebegai fasilitator sangat mengapresiasi penampilan dan tema yang dibahas Darlis. Di saat yang sama, mahasiswa dari German dan Korea sangat penasaran dengan budaya Kamase’-kamase’ Ammatoa Suku Kajang tersebut dalam konteks kehidupan modern saat ini. (*/AG4Ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com