JENEPONTO—Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Jeneponto mengundang para orang tua siswa-siswi yang akan tamat, Sabtu (11/5/2024).
Dalam rapat kali ini, pihak MTsN 1 Jeneponto bersama Komite Sekolah dan orang tua siswa membahas soal penamatan siswa-siswi kelas IX yang tak lama lagi.
Rapat berlangsung di lantai dua salah satu ruang kelas IX MTsN 1 Jeneponto, di Romanga Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Dalam rapat diputuskan bahwa siswa-siswi kelas IX yang tamat tidak akan melakukan studi tour ke luar daerah, akan tetapi acara penamatan tetap dilangsungkan di Halaman MTsN 1 Jeneponto, dengan dihadiri seluruh orang tua siswa-siswi.
Kepala Madrasah (Kamad) MTsN 1 Jeneponto, Abdul Rahman menegaskan, tidak akan pernah menyetujui usulan dari anak-anak untuk studi tour ke luar daerah.
“Anak-anak mau mendatangi Benteng Rotterdam dan Masjid Quba 99, tapi meskipun begitu kami harus menyampaikan, walaupun orang tuata setuju, kami tidak akan pernah memberikan izin,” tegasnya.
“Ada alasannya sehingga kami tidak mengizinkan. Dari 308 anak bagaimana nantinya apalagi Makassar mau didatangi, bagaimana tingkat kemacetan di Makassar sekarang, habis waktuta itu diperjalanan dan kita tjdak akan pernah menikmati, belumpi itu baru satu tempat,” tambah Abdul Rahman.
Selain itu, ia menyampaikan, terlebih lagi sudah mau tamat di MTsN 1 Jeneponto, sehingga alangkah bagusnya tetap melakukan kegiatan di sekolah.
“Kita nak maumaki tamat, jadi alangkah tidak memenuhi sebuah nilai kalau hanya sekedar pergi foto-foto di tempat itu,” ujarnya.
“Pasti saya tidak berani berangkatkan anak-anak kalau tidak ada izin dari kita semua, itu kami tangguhkan. Makanya, kami sampaikan tunggu nak hasil keputusan tergantung dari orang tuata semua,” kata Kamad, Abdul Rahman.
Terkait dari apa yang disampaikan oleh Kamad MTsN 1 Jeneponto, Abdul Rahman, maka seluruh orang tua kelas IX ikut menyetujui bahwa acara penamatan secara bulat dilaksanakan di Halaman MTsN 1 Jeneponto.
Dengan ketentuan, acara penamatan siswa-siswi melibatkan orang tua siswa langsung, mulai persiapan sampai terlaksananya kegiatan itu dikoordinir orang tua sebagai panitia dan pihak sekolah hanya ikut mengawasi dan merencanakan. Sehingga, diharapkan pelaksanaan penamatan berjalan aman dan lancar.
Sesuai hasil keputusan rapat pula, dari 308 anak nantinya menghadirkan satu undangan penamatan termasuk orang tua atau yang mewakili. Selain itu, diagendakan juga mengundang Pj Bupati Jeneponto bersama Forkopimda dan dari pihak internal Kementerian Agama Jeneponto sendiri dijadwalkan hadir.
Sebelumnya juga dibahas melalui Ketua Serka Suhafid soal wakaf satu Al-Qur’an bagi seorang anak didik yang akan tamat dan itu disetujui pula para orang tua anak dalam rapat di MTsN 1 Jeneponto. (*)









