MAKASSAR—Provinsi Sulsel merupakan penyuplai material konstruksi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Andi Eka Prasetya, mengemukakan hal itu sebagai dukungan dan penunjang pembangunan IKN terkait dengan penyediaan sumber daya alam terkhusus pada material konstruksi.
“Kami punya potensi yang sangat besar untuk mensuplai material konstruksi yaitu Batu Gunung, Pasir, sirtu atau hasil olahan batu lainnya. Ada tiga kabupaten yang kami usulkan sebagai penyuplai atau dukungan infrastruktur IKN. Yaitu, Kabupaten Barru, Pangkep dan Kabupaten Pinrang,” ujar Eka saat ditemui di kantornya, Senin (27/5/2024).
Dia menyebutkan Kabupaten Pinrang saat ini telah menyuplai batu split di IKN Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk saat ini di Kabupaten Pinrang telah menyuplai batu split di IKN, jadi kami sudah ke lapangan juga melihat bagaimana kelancaran supply ke IKN. Ini yang menjadi fokus saat ini di Pinrang itu, untuk menyuplai atau mobilisasi ke sana kan butuh Pelabuhan,” kata Eka.
“Sedangkan di Pinrang itu untuk saat ini belum ada sehingga harus melalui Parepare, jadi ada memang di sana pelabuhan yang saat ini tidak beroperasi yang sebelumnya dipakai Bakaru gunakan PLN. ini bisa menjadi salah satu tempat mobilisasi ke IKN,” sebutnya.
Pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Penjabat Bupati Pinrang dan menyampaikan hal ini.
“Kemarin juga saya berkunjung keKabupaten Pinrang ketemu Pak Bupati, telah menyampaikan hal tersebut dan Pak Bupati sudah mengkonfirmasi ke saya, kalau sudah dirapatkan ke jajarannya yang terkait untuk bagaimana disiapkan pelabuhan tersebut, sebagai salah satu dukungan kita Pemprov Sulsel untuk menyuplai material ini untuk dukungan IKN,” paparnya.
Lanjut Eka, terkait pertambangan untuk bersama-sama melakukan pengawasan sekaligus mendorong agar mereka mengurus perizinan.
“Terkait dengan Pertambangan, kami sekaligus sampaikan ke Pj Bupati. Disisi lain juga teman-teman ESDM turun ke lapangan mencari potensi termasuk perizinan-perizinan operasi produksi material,” jelasnya.
“Sehingga bahan material yang akan di suplai tersedia dan bisa menjadi komoditas penting untuk kebutuhan IKN, jadi ketersediaan, kemudian stok yang banyak, tapi tidak terlepas dengan dampak lingkungan, pengendalian lingkungan,” lanjutnya.
“Jadi untuk saat ini di sana telah melakukan juga pembinaan termasuk pengawasan, untuk sampai dengan kesiapan perusahaan operasi produksi, dengan mempertimbangkan semua legalitas administrasinya,” pungkas Kadis ESDM Sulsel ini. (*/4dv)













