MAKASSAR – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat budaya literasi sejak usia dini. Lewat kegiatan edukatif yang dikemas interaktif, perpustakaan didorong menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus tempat anak-anak mengembangkan kreativitas.
Kegiatan bertema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” itu diikuti siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rafii Makassar di UPT Perpustakaan Dispusip Sulsel, Kamis (23/7/2026). Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan PT Pegadaian Cabang Talasalapang, Cimory Makassar, dan SDIT Ar Rafii Makassar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispusip Sulsel, Prof. Dr. Muh. Jufri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan penguatan literasi menjadi salah satu investasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.
Menurutnya, anak yang memiliki kebiasaan membaca akan lebih mudah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta meningkatkan kreativitas. Karena itu, perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang terbuka dan ramah bagi seluruh anak.
“Anak-anak yang rajin membaca akan memiliki wawasan yang luas, kemampuan berpikir kritis, kreativitas yang tinggi, serta karakter yang kuat. Perpustakaan hadir sebagai rumah belajar yang terbuka bagi semua anak untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Muh. Jufri.
Ia juga mengajak anak-anak untuk terus menumbuhkan semangat belajar, gemar membaca, berani bermimpi, dan mengasah potensi diri sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Sulsel, Drs. H. Andi Sangkawana, M.M., menambahkan bahwa perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang sebagai ruang interaksi, kreativitas, dan pembentukan karakter melalui berbagai aktivitas literasi yang menarik. Ia juga mengapresiasi seluruh mitra yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Dalam peringatan HAN itu, para peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif, mulai dari read aloud interaktif, sesi tanya jawab, permainan literasi, hingga mengunjungi layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku, ilmu pengetahuan, dan inovasi.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Dispusip Sulsel menegaskan komitmennya menghadirkan layanan perpustakaan yang inklusif, inovatif, dan ramah anak sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya baca sekaligus mencetak generasi Sulawesi Selatan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (70n/Ag4ys)













