SIDRAP – Potensi porang (Amorphophallus muelleri) sebagai komoditas ekspor terus mendapat perhatian dunia akademik. Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk memperkuat riset sekaligus membuka peluang pasar porang di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia.
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Jumat (24/7/2026) kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan kerja dan pengumpulan data yang dilakukan di Sidrap dan Makassar pada 6–8 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerja sama riset Unhas dan UTM yang telah dimulai sejak akhir 2024 dan semakin intensif melalui Thematic Research Group (TRG) Future Fit Tropical Crops yang dipimpin Wakil Dekan III Faperta Unhas, Prof. Ir. Rinaldi Sjahril, M.Agr., Ph.D.
Tim gabungan dipimpin langsung Prof. Rinaldi Sjahril bersama sejumlah akademisi Faperta Unhas, yakni Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc., Irma Jamaluddin, S.P., M.Si., Ph.D., Ir. Ayu Anisa Amir, M.Si., dan Dr. Ismail Alrif, S.H., M.Kn. Sementara dari UTM hadir Prof. Madya Dr. Adriana Mohd Rizal dari Azman Hashim International Business School (AHIBS), Dr. Raihana Ridzuan dari Fakulti Sains, serta didampingi Dr. Musli Sahimi, Aizuddin Daut, dan Nur Aleeya Batrisyia.
Pada 6 Juli 2026, rombongan diterima Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Kantor Bupati. Pertemuan yang turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) membahas pengembangan porang di Sidrap, mulai dari peningkatan keterlibatan petani, dukungan pemerintah daerah, tantangan pemasaran, hingga peluang menjadikan porang sebagai sumber ekonomi baru masyarakat pedesaan.
Prof. Rinaldi Sjahril mengatakan hasil diskusi menunjukkan Malaysia memiliki peluang besar menjadi pasar baru bagi produk porang asal Sidrap, baik dalam bentuk bibit maupun porang chips.
“Kami bersama UTM dan Bupati Sidrap berdiskusi melihat potensi kerja sama pengembangan porang. Malaysia dapat menjadi pasar potensial, baik untuk bibit maupun chips porang,” ujar Prof. Rinaldi.
Menurutnya, ketertarikan UTM terhadap porang tidak hanya pada aspek penelitian, tetapi juga pengembangan budi daya dan model bisnis komoditas tersebut.
Hal senada disampaikan Dr. Raihana Ridzuan. Ia mengaku sengaja datang ke Sidrap untuk melihat langsung perkebunan dan pabrik pengolahan porang sebagai bahan kajian pengembangan komoditas tersebut di Malaysia.
“Produksi padi kami relatif rendah dengan luas pertanaman yang terbatas. Porang bisa menjadi alternatif karena dapat ditanam bersama tanaman lain,” katanya.
Usai pertemuan, tim melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan dan eksportir porang di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng. Di lokasi itu, para peneliti mengamati proses pengolahan umbi menjadi porang chips yang saat ini diekspor ke Tiongkok.

Observasi dilakukan untuk memahami rantai pasok industri porang, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengeringan, pengemasan hingga mekanisme ekspor. Hasil kajian tersebut akan menjadi referensi dalam pengembangan industri porang di Malaysia.
Pada 7 Juli 2026, penelitian dilanjutkan melalui observasi lapangan dan diskusi kelompok bersama petani di Desa Buntu Buangin, Desa Belawae, dan Desa Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase. Tim diterima Kepala Desa Buntu Buangin, Ramli Paki, bersama kelompok tani setempat.
Dalam sesi tersebut, peneliti menggali informasi mengenai teknik budidaya, sumber benih, biaya produksi, perawatan tanaman, hasil panen, hingga pola kemitraan petani dengan pengepul dan pembeli. Data tersebut menjadi dasar untuk memetakan peluang pengembangan industri porang yang berkelanjutan.

Bupati Syaharuddin Alrif menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, selain Tiongkok yang selama ini menjadi pasar utama, Malaysia berpotensi menjadi tujuan ekspor baru bagi porang asal Sidrap.
“Ini adalah peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat diversifikasi komoditas unggulan Sidrap,” ujar Syaharuddin.
Rangkaian kunjungan ditutup pada 8 Juli 2026 dengan pertemuan di Fakultas Pertanian Unhas, Makassar. Tim UTM diterima Dekan Faperta Unhas Prof. Dr. Ir. Rismaneswati bersama Prof. Rinaldi Sjahril untuk membahas peluang kerja sama lanjutan di bidang riset pertanian, bioteknologi tanaman, pengembangan komoditas bernilai tinggi, rantai pasok agro-pangan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.
Melalui kolaborasi ini, Unhas, UTM, Pemerintah Kabupaten Sidrap, komunitas petani, dan pelaku industri berharap dapat menghasilkan model pengembangan rantai pasok dan strategi komersialisasi porang yang mampu membuka pasar baru di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi porang bagi petani Sidrap. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













