PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan NegeriPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan Negeri
Sidrap

Khutbah Jumat di Sidrap, Dr Teuku Aulia: Kemerdekaan Sejati Bersyukur Saat Lapang dan Bersabar Saat Diuji

153
×

Khutbah Jumat di Sidrap, Dr Teuku Aulia: Kemerdekaan Sejati Bersyukur Saat Lapang dan Bersabar Saat Diuji

Sebarkan artikel ini
Khutbah Jumat di Sidrap, Dr Teuku Aulia: Kemerdekaan Sejati Bersyukur Saat Lapang dan Bersabar Saat Diuji
Dr. Teuku Aulia Geumpana menyampaikan khutbah Jumat bertema "Kemerdekaan Sejati: Bersyukur Saat Lapang, Bersabar Saat Diuji" di mimbar Masjid Darul Ridho, Kompleks Perkantoran Bupati Sidrap, Jumat (7/8). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah meningkatkan rasa syukur, kesabaran, dan kepedulian terhadap para petani di tengah musim kemarau.

SIDRAP—Peneliti dan dosen University of Newcastle, Australia, Dr. Teuku Aulia Geumpana, mengajak umat Islam memaknai kemerdekaan sejati sebagai rasa syukur saat diberi kelapangan dan kesabaran ketika menghadapi ujian. Pesan itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Darul Ridho, Kompleks Perkantoran Bupati Sidrap, Jumat (7/8/2026).

Khutbah tersebut disampaikan di sela kunjungannya dalam kegiatan Harvesting the Future: Pelatihan Smart Farming untuk Membangun Ketahanan Iklim bagi Petani Sidrap.

Mengangkat tema “Kemerdekaan Sejati: Bersyukur Saat Lapang, Bersabar Saat Diuji”, Dr. Teuku mengajak jamaah memaknai musim kemarau panjang yang melanda berbagai daerah di Indonesia sebagai momentum meningkatkan keimanan, menumbuhkan kepedulian terhadap para petani, sekaligus mensyukuri nikmat kemerdekaan yang akan diperingati pada 17 Agustus mendatang.

Dalam khutbahnya, ia menjelaskan perubahan musim, kekeringan, dan berkurangnya hasil panen merupakan bagian dari sunnatullah yang mengingatkan manusia bahwa hanya Allah SWT yang menguasai alam semesta.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 63-64 yang mengingatkan bahwa manusia hanya mampu menanam dan berusaha, sedangkan yang menumbuhkan tanaman adalah Allah SWT.

 أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ ۝ أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ

“Maka pernahkah kamu memperhatikan apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?” (QS. Al-Waqi’ah: 63-64).

Menurutnya, kemarau yang saat ini dirasakan para petani bukan semata-mata musibah, tetapi juga ujian yang telah Allah kabarkan dalam Al-Qur’an.

Dr. Teuku kemudian mengutip Surah Al-Baqarah ayat 155 yang menyebutkan bahwa Allah akan menguji manusia dengan rasa takut, kelaparan, berkurangnya harta, jiwa, serta hasil tanaman.

Dalam kesempatan itu, Dr. Teuku juga mengingatkan bahwa Islam sangat menghargai profesi petani. Ia mengutip sabda Rasulullah ﷺ dalam riwayat sahih bahwa setiap pohon atau tanaman yang ditanam seorang Muslim, lalu dimanfaatkan oleh manusia maupun hewan, akan menjadi sedekah yang terus mengalir pahalanya.

Selain mengajak jamaah mendoakan para petani yang sedang menghadapi tantangan akibat kemarau, ia juga mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian dengan membantu sesama, menghargai hasil pertanian, dan tidak menyia-nyiakan makanan.

Mengaitkan tema khutbah dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Teuku menegaskan bahwa kemerdekaan dalam perspektif Islam tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari kesyirikan, hawa nafsu, dan berbagai bentuk kemaksiatan.

“Seorang Muslim yang benar-benar merdeka adalah mereka yang hanya tunduk kepada Allah. Kemerdekaan harus diisi dengan kejujuran, amanah, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, Dr. Teuku juga menampilkan beberapa teladan dari sejarah Islam. Salah satunya kisah Maryam ‘alaihas salam yang tetap diperintahkan Allah untuk berikhtiar menggoyangkan pohon kurma meskipun secara fisik berada dalam kondisi yang sangat lemah pasca melahirkan.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa seorang mukmin wajib berusaha semaksimal mungkin sebelum bertawakal kepada Allah.

Menutup khutbahnya, Dr. Teuku mengajak jamaah membawa pulang tiga pesan utama, yakni memperbanyak rasa syukur atas nikmat Allah, bersabar ketika menghadapi ujian kehidupan, serta bertawakal kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik.

Ia juga mengajak masyarakat terus mendoakan turunnya hujan yang membawa keberkahan, menjaga lingkungan, dan memperkuat solidaritas kepada para petani sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan dan ketahanan iklim di Indonesia.

Kegiatan Harvesting the Future merupakan program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani Sidrap dalam menerapkan praktik smart farming dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim sehingga sektor pertanian dapat lebih tangguh menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com