JAKARTA—Sebanyak 25 kepala daerah mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang dibuka Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Wakil Sekretaris Jenderal I DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas, Prof. Sukri Palutturi, hadir mendampingi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas, Prof. Purnomo Yusgiantoro, pada pembukaan program tersebut.
Prof. Sukri yang juga Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin menghadiri kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan para kepala daerah.
KPPD merupakan hasil kolaborasi Purnomo Yusgiantoro Center, Kementerian Dalam Negeri RI, dan Lemhannas RI. Program ini disiapkan untuk membekali kepala daerah menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks di tingkat lokal maupun nasional.
Selain Prof. Sukri dan Prof. Purnomo Yusgiantoro, pembukaan KPPD juga dihadiri Sekretaris Jenderal DPP IKAL Lemhannas Prof. Budi Susilo Soepandji, Inspektur Utama Komjen Pol (Purn) Togar M. Sianipar, Wakil Ketua Umum II H. M. Amran Aminullah, serta Koordinator Bidang Pembinaan Daerah Prof. Reni Mayerni.
Pembukaan KPPD dipimpin langsung Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily. Dalam arahannya, Ace menyampaikan kepala daerah perlu memiliki integritas, wawasan kebangsaan, adaptif terhadap dinamika global, serta mampu menghadirkan kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kepala daerah dituntut mampu memperkuat ketahanan daerah sebagai bagian dari ketahanan nasional,” ujarnya.
Tahun ini, KPPD diikuti 25 kepala daerah yang lolos melalui proses seleksi. Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan pembekalan terkait kepemimpinan strategis, tata kelola pemerintahan, geopolitik, kebijakan publik, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Program tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antarkepala daerah untuk berbagi pengalaman dan merumuskan solusi inovatif dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan di daerah, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Prof. Sukri Palutturi menilai peningkatan kapasitas kepala daerah merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan teknokratis, tetapi juga mampu membangun kolaborasi lintas sektor dan menghasilkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kepala daerah memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu, peningkatan kapasitas kepemimpinan menjadi kebutuhan yang sangat penting agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Prof. Sukri.
Keterlibatan DPP IKAL Lemhannas dalam program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan sumber daya kepemimpinan nasional. Harapannya, lahir kepala daerah yang berintegritas, visioner, serta mampu mendorong pembangunan yang inklusif dan berdaya saing. (Ag4ys)














