BARRU—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menyiapkan program kerja yang berfokus pada bidang pendidikan, lingkungan, digitalisasi desa, dan penguatan potensi wisata di Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Rangkaian program tersebut dipaparkan dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Aula Kantor Desa Libureng, Jumat (17/7/2026), sebagai awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Seminar dihadiri Kepala Desa Libureng beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, serta masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, mahasiswa memaparkan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan masyarakat desa.
Program yang disiapkan mencakup bidang pendidikan, lingkungan, digitalisasi desa, serta penguatan potensi wisata.
Seluruh program disusun secara partisipatif dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi desa sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Libureng.
Koordinator Desa KKN-T Inovasi Desa menjelaskan seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil survei, diskusi bersama pemerintah desa, serta aspirasi masyarakat.
Menurut Khent Anugrah Dwidels Paru, seluruh program yang dipresentasikan merupakan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat selama proses observasi.
“Program kerja yang kami susun merupakan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Libureng.”
“Kami berharap seluruh program dapat terlaksana melalui kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa,” ujar Khent Anugrah Dwidels Paru.
Sementara itu, Kepala Desa Libureng, Rahmatullah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin yang telah menyusun program-program sesuai dengan kondisi dan potensi desa.
Ia menilai keberhasilan pelaksanaan program tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
“Keberhasilan program kerja ini tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah desa dan partisipasi masyarakat.”
“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar setiap program yang direncanakan dapat memberikan hasil yang optimal,” ungkap Rahmatullah.
Pada sesi diskusi, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan masukan, saran, dan harapan terhadap pelaksanaan setiap program kerja.
Berbagai usulan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan agar kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta potensi Desa Libureng.
Pendekatan partisipatif tersebut merupakan bagian dari Seminar Program Kerja KKN-T Gelombang 116 sebelum seluruh kegiatan direalisasikan di lapangan.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.
Dukungan dari seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi faktor utama keberhasilan setiap program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru. (*)














