Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Relawan Literasi Siap Dampingi Perpustakaan Desa dan TBM di Makassar

760
×

Relawan Literasi Siap Dampingi Perpustakaan Desa dan TBM di Makassar

Sebarkan artikel ini
Relawan Literasi Siap Dampingi Perpustakaan Desa dan TBM di Makassar
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof E Aminudin Aziz Ph.D memberikan sambutan pada Sosialisasi Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), secara daring Rabu (2/7/2025). (Foto: Ady Akbar)

MAKASSAR—Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) siap terjun langsung mendampingi pengelola perpustakaan desa dan kelurahan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga perpustakaan rumah ibadah. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pendidikan, sekaligus pelestari budaya.

Komitmen ini disampaikan oleh Relawan Literasi Masyarakat Kota Makassar, Dr. Ady Akbar, M.Pd., usai mengikuti sosialisasi sekaligus peluncuran Program RELIMA yang digagas Perpustakaan Nasional RI, Rabu, 2 Juli lalu.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Salah satu tugas utama kami adalah mendampingi dan mengadvokasi pengelola perpustakaan agar bisa menjalankan fungsinya secara maksimal. Insyaallah, kami juga akan membangun sinergi dengan berbagai pihak agar pendampingan ini berjalan optimal,” ujar Ady Akbar, melalui sambungan WhatsApp, Jum’at (4/7/2025)

Program RELIMA sendiri merupakan gerakan strategis yang mendorong masyarakat menjadi sukarelawan literasi. Tujuannya tak lain untuk memberdayakan perpustakaan desa, TBM, dan perpustakaan rumah ibadah sebagai ruang belajar terbuka bagi semua kalangan.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, Ph.D., menegaskan bahwa RELIMA menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam gerakan literasi masyarakat.

“Gerakan literasi selama ini telah diorkestrasi oleh para pegiat. RELIMA hadir untuk mengukuhkan dan menyatukan gerakan-gerakan tersebut dalam satu kekuatan bersama,” tegas Aminudin.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpusnas, Dr. Adin Bondar, M.Si., yang menyebut bahwa RELIMA dibangun atas dasar semangat gotong royong.

“RELIMA adalah gerakan sosial. Kita berharap kolaborasi antara relawan, pegiat literasi, dan Perpusnas mampu menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar untuk meningkatkan keterampilan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Adin, literasi yang kuat berdampak langsung pada meningkatnya taraf hidup, pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan angka pengangguran.

Secara keseluruhan, RELIMA bertujuan untuk meningkatkan layanan perpustakaan, menumbuhkan kesadaran literasi, mendorong partisipasi publik, serta menghidupkan budaya baca di tengah masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam membumikan literasi dari desa hingga kota. (Ag4ys)

error: Content is protected !!