Advertisement - Scroll ke atas
Pinrang

Porseni Kecamatan Lembang Kembali Digelar Setelah Enam Tahun Vakum

732
×

Porseni Kecamatan Lembang Kembali Digelar Setelah Enam Tahun Vakum

Sebarkan artikel ini
Porseni Kecamatan Lembang Kembali Digelar Setelah Enam Tahun Vakum
Setelah enam tahun vakum akibat pandemi Covid-19, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kecamatan Lembang kembali digelar meriah di Desa Sabbang Paru, Kabupaten Pinrang. Pembukaan resmi berlangsung pada Jumat (8/8/2025), sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

SABBANG PARU, LEMBANG—Setelah enam tahun vakum akibat pandemi Covid-19, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kecamatan Lembang kembali digelar meriah di Desa Sabbang Paru, Kabupaten Pinrang. Pembukaan resmi berlangsung pada Jumat (8/8/2025), sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Camat Lembang, Muhammad Yusuf Nur, S.STP, membuka langsung kegiatan yang disaksikan tokoh masyarakat, pemuda, dan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP/MTS, hingga SMA/SMK yang datang dari 14 desa dan dua kelurahan. Dentuman genderang, devile peserta, pembacaan ikrar atlet, serta penampilan Meong Palo mengawali prosesi pembukaan dengan nuansa haru dan bangga.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam sambutannya, Muhammad Yusuf menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Porseni yang diharapkan mampu mempererat persatuan masyarakat pasca-Pilkada, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui perputaran usaha UMKM. Ia juga menegaskan bahwa ajang ini menjadi wadah menjaring bibit unggul di bidang olahraga dan seni.

Kepala Desa Sabbang Paru, Syarifuddin Paturusi, SE, mengungkapkan kebanggaannya sebagai tuan rumah. “Enam tahun kita rindu Porseni tingkat kecamatan. Harapan kita, perayaan ini berjalan lancar sesuai keinginan semua pihak,” ujarnya.

Ketua Panitia, H. Nasruddin Achmad, S.Pd.I, menjelaskan bahwa Porseni kali ini melibatkan perwakilan seluruh desa, kelurahan, dan sekolah di Kecamatan Lembang. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, mini soccer, voli, sepak takraw, dan lari.

Sementara cabang seni mencakup lomba lagu solo, qasidah, tari, dan MTQ. Seluruh kegiatan didukung anggaran dari swadaya masyarakat, sumbangan ASN, serta donatur swasta, termasuk hadiah total senilai Rp25 juta bagi para juara.

Suasana kebersamaan terlihat jelas di lapangan. Sorak-sorai warga, tawa anak-anak, hingga keramahan tuan rumah bagi kontingen yang menginap menjadi ciri khas Porseni. Bahkan, seperti tradisi sebelumnya, warga menanti kedatangan peserta yang akan tinggal selama sepekan penuh di desa.

Salah satu warga, H. Ida, yang menampung kontingen dari UPT SMPN 9 Lembang, mengaku bahagia. “Rindu lagi setelah enam tahun tidak ada Porseni,” ungkapnya.

Porseni Kecamatan Lembang akan berlangsung hingga menjelang 17 Agustus, ditutup dengan upacara kemerdekaan dan malam puncak pentas seni rakyat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan tak pernah padam, bahkan setelah pandemi.

Dari Desa Sabbang Paru, gaung kebangkitan itu terdengar: Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Dari Desa, Kita Bangkit untuk Indonesia Hebat. (Cr/Ag4ys)

 

Citizen Reporter: Nurhidayah

error: Content is protected !!