Advertisement - Scroll ke atas
Jawa Timur

Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Capai 80 Persen, Tim SAR Hadapi Tantangan Baru

611
×

Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Capai 80 Persen, Tim SAR Hadapi Tantangan Baru

Sebarkan artikel ini
Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Capai 80 Persen, Tim SAR Hadapi Tantangan Baru
Pencarian korban di reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan hingga Minggu (5/10) malam. (Foto: BNPB)

SIDOARJO—Pencarian korban di reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan hingga Minggu (5/10) malam.

Satu unit breaker excavator penghancur beton dan dua bucket excavator dikerahkan untuk membersihkan puing bangunan yang masih menimbun sejumlah korban.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Tujuannya tetap sama: mengangkat seluruh material agar tim pencarian dan pertolongan (SAR) lebih mudah menemukan jenazah di lokasi kejadian.

Upaya itu perlahan membuahkan hasil. Hingga Minggu malam, pembersihan puing material telah mencapai sekitar 80 persen, dan jumlah jenazah yang ditemukan terus bertambah.

Berdasarkan data sementara, sejak pukul 00.00 hingga 23.30 WIB, sebanyak 24 jenazah ditemukan, termasuk empat potongan tubuh manusia. Dengan tambahan ini, total korban meninggal dunia menjadi 49 orang, sementara potongan tubuh yang ditemukan mencapai lima bagian. Seluruhnya telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.

Seiring ditemukannya lebih banyak korban, jumlah orang yang masih dalam pencarian kini menyusut menjadi 14. Sementara itu, tercatat 104 orang berhasil diselamatkan, enam di antaranya masih menjalani perawatan intensif, 97 sudah pulih, dan satu orang diperbolehkan pulang tanpa perawatan medis.

Namun, proses pencarian tidak berjalan tanpa kendala. Saat material utama mulai banyak terangkat, tim SAR menghadapi tantangan baru: sebagian reruntuhan ternyata terhubung dengan gedung lama di sebelah selatan musala.

Kondisi bangunan lama yang tampak miring membuat tim harus berhati-hati agar tindakan pembersihan tidak justru memicu keruntuhan baru.

Untuk memastikan langkah aman, tim SAR mendatangkan konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS). Rekomendasinya, bagian gedung lama yang masih berdiri perlu dibuatkan penahan agar proses pemotongan struktur (cutting) bisa dilakukan tanpa merusak bangunan di sekitarnya.

Meski begitu, fokus utama tim gabungan tetap pada pembersihan puing di sektor selatan guna memaksimalkan pencarian jenazah maupun potongan tubuh yang mungkin masih tertimbun. Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, barulah pemotongan struktur yang terhubung dengan bangunan lain dilakukan.

Tim SAR gabungan yang bekerja 24 jam penuh secara bergantian terus mendapat dukungan untuk menjaga stamina dan ketahanan fisik. Mereka berharap seluruh proses pencarian dan pembersihan bisa diselesaikan sesegera mungkin tanpa menimbulkan masalah baru. (*)

Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Capai 80 Persen, Tim SAR Hadapi Tantangan Baru
Pencarian korban di reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan hingga Minggu (5/10) malam. (Foto: BNPB)
error: Content is protected !!