Advertisement - Scroll ke atas
MakassarMedia Kampus

Mahasiswa Unhas Bangun Percaya Diri Anak Kompleks Kusta Jongaya Lewat Program Inspiratif

630
×

Mahasiswa Unhas Bangun Percaya Diri Anak Kompleks Kusta Jongaya Lewat Program Inspiratif

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unhas Bangun Percaya Diri Anak Kompleks Kusta Jongaya Lewat Program Inspiratif
Melalui program bertajuk “Surat Kecil untuk Tuhan”, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin berupaya menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian anak-anak di Kompleks Kusta Jongaya, Makassar. Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2025 ini menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi anak-anak dari keluarga penyintas kusta.

MAKASSAR—Melalui program bertajuk “Surat Kecil untuk Tuhan”, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin berupaya menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian anak-anak di Kompleks Kusta Jongaya, Makassar.

Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2025 ini menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi anak-anak dari keluarga penyintas kusta.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Program tersebut dipimpin oleh Nursyafira Zahra, mahasiswa Fakultas Keperawatan Unhas, bersama tim lintas disiplin. Mereka menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk menulis surat berisi doa, harapan, dan cita-cita.

Lewat kegiatan sederhana namun bermakna ini, anak-anak diajak mengekspresikan isi hati, mengenali potensi diri, sekaligus membangun keyakinan bahwa suara mereka layak didengar.

Tak berhenti di sana, tim PKM-PM juga menanamkan semangat wirausaha melalui berbagai aktivitas kreatif. Anak-anak dilatih untuk mengenali masalah di sekitar mereka, mencari solusi, hingga melakukan simulasi pemasaran sederhana.

Mereka juga belajar manajemen keuangan dasar melalui permainan interaktif — mulai dari mengelola “modal awal” hingga memilih ide usaha yang ingin dijalankan. Di akhir kegiatan, setiap anak menuliskan cita-cita mereka dan memasukkannya ke dalam Jar of Hopes sebagai pengingat agar mereka terus berani bermimpi.

Menurut Nursyafira Zahra, program ini lahir dari keprihatinan terhadap self stigma yang masih dialami anak-anak di lingkungan penyintas kusta.

“Banyak dari mereka merasa minder dan takut tampil di masyarakat. Lewat kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu, berpotensi, dan berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia berharap, “Surat Kecil untuk Tuhan” menjadi langkah awal terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan suportif, di mana anak-anak penyintas kusta bisa tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, mandiri, dan berdaya. (*)

error: Content is protected !!