Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Sinergi Sekda Parepare dan Pusjar SKMP LAN Bentuk Karakter ASN Responsif dan Berintegritas

492
×

Sinergi Sekda Parepare dan Pusjar SKMP LAN Bentuk Karakter ASN Responsif dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Parepare, Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si.,
Sekretaris Daerah Parepare, Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si. (Foto: Adekamwa – Humas Pusjar SKMP LAN)

MAKASSAR—Upaya memperkuat nilai dasar dan karakter ASN kembali ditegaskan Pusjar SKMP LAN Makassar melalui sesi Ceramah Penguatan Core Values dan Employer Branding ASN dalam rangkaian Latsar CPNS Gelombang II Angkatan XXXV–XXXVI, Kamis, 20 November 2025, di Ruang Pettarani.

Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan ASN muda memiliki orientasi pelayanan publik yang kuat dan karakter profesional sesuai tuntutan zaman.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Ceramah difasilitasi Widyaiswara Pusjar SKMP, Sartika Aprilia, SE., MM., yang memandu jalannya sesi agar substansi berjalan konsisten dan mudah dipahami peserta. Kegiatan kali ini juga menegaskan penguatan kolaborasi antara LAN dan Pemerintah Kota Parepare melalui kehadiran Sekretaris Daerah Parepare, Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si., sebagai narasumber.

Hamka, lulusan STPDN dengan rekam jejak panjang di jabatan strategis, menjadi figur yang mewakili praktik manajemen pemerintahan daerah berbasis pengalaman.

Kariernya meliputi posisi Kepala Bagian Humas, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, hingga penugasan sebagai pelaksana tugas di berbagai perangkat daerah, seperti Kominfo, Disdukcapil, Perkintam, dan Inspektorat.

Puncak pengabdiannya ditandai dengan penetapannya sebagai Sekda Parepare pada 13 Oktober 2025 setelah sebelumnya menjabat sebagai Plh Sekda.

Selain kiprahnya di birokrasi, Hamka memperluas pengaruhnya melalui jalur akademik sebagai kandidat Doktor Administrasi Publik Universitas Hasanuddin. Karya ilmiahnya mengenai kolaborasi multisektoral dalam percepatan penurunan stunting menegaskan pentingnya inovasi dan sinergi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan kesehatan.

Dalam pemaparannya tentang orientasi pelayanan, Hamka menegaskan bahwa setiap keputusan ASN harus diarahkan pada kepentingan masyarakat.

Ia menggambarkan situasi sederhana di layanan Puskesmas ketika petugas menghadapi warga yang belum melengkapi dokumen. Menurutnya, prosedur administratif tidak boleh menghambat layanan yang seharusnya membantu.

Ia mencontohkan pendekatan yang lebih humanis: “Bu, tolong tunggu sebentar, saya akan membantu Ibu memeriksa apa yang kurang.” Sikap seperti ini, katanya, sering kali mengurangi stres dan kebingungan warga, meski hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Pada bagian penguatan akuntabilitas, Hamka mengingatkan bahwa integritas anggaran adalah fondasi kepercayaan publik. Ia menyoroti kasus selisih nilai kegiatan yang tidak sesuai standar administrasi.

“Misalnya anggaran 100 juta, tetapi realisasinya hanya dapat dipertanggungjawabkan 75 juta. Pelaksanaan yang harus dilakukan adalah pengembalian ke kas negara sesuai nilai realisasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi seiring berkembangnya sistem kerja digital. Pemahaman aplikasi dan perangkat digital, menurutnya, kini menjadi tuntutan dasar ASN.

“Kompetensi berarti terus belajar, tidak puas dengan kemampuan saat ini, dan terus berusaha belajar,” ujarnya.

Hamka turut berbagi pengalaman awal kariernya sebagai CPNS yang memanfaatkan fasilitas kantor untuk mempercepat proses belajar dan adaptasi. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan usia dan peluang agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.

Menutup sesi, moderator Sartika Aprilia menegaskan kembali bahwa nilai-nilai profesi ASN menuntut penguatan karakter, orientasi pelayanan, dan kompetensi yang terus berkembang.

Ia menekankan bahwa contoh implementasi nilai BerAKHLAK yang disampaikan Sekda Parepare memberikan gambaran praktis bagi peserta Latsar.

“Sebagai ASN muda, manfaatkan waktu untuk terus belajar karena peningkatan kompetensi adalah hak dan juga kewajiban,” ujarnya.

Kegiatan pembelajaran ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam membentuk aparatur yang responsif, berintegritas, dan adaptif sesuai mandat “ASN Kompeten, Rakyat Sejahtera” serta agenda transformasi LAN Bigger, Smarter, Better. Fokus akhirnya tetap sama: memastikan kebutuhan masyarakat menjadi pusat dari setiap kinerja pemerintahan. (*)

error: Content is protected !!