Advertisement - Scroll ke atas
PinrangWisata

Pantai Menralo, Ruang Pulang Warga dan Harapan Baru di Pesisir Pinrang

334
×

Pantai Menralo, Ruang Pulang Warga dan Harapan Baru di Pesisir Pinrang

Sebarkan artikel ini
Pantai Menralo, Ruang Pulang Warga dan Harapan Baru di Pesisir Pinrang
Pantai Menralo di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kian dikenal sebagai ruang pulang warga pesisir sekaligus destinasi wisata keluarga yang terjangkau. Menjelang senja, pantai ini ramai oleh keluarga yang bersantai di saung kayu, anak-anak yang bermain di tepi laut, serta pelaku UMKM lokal yang menggantungkan harapan pada geliat pariwisata pesisir.

PINRANG—Menjelang senja, Reta (31) duduk di salah satu saung kayu di Pantai Menralo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sambil mengawasi anaknya bermain di tepi pantai, ia menikmati semilir angin laut yang terasa menenangkan. “Kalau ke sini rasanya tenang. Anak-anak senang, kami juga bisa santai,” ujarnya.

Pantai Menralo bukan sekadar destinasi wisata. Bagi banyak warga, tempat ini telah menjadi ruang pulang—tempat melepas penat sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus pergi jauh.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Deretan saung bernuansa rumah desa berdiri rapi menghadap laut. Di sanalah tawa anak-anak, obrolan keluarga, dan aroma kopi bercampur dengan bau asin air laut. Setiap sore, kawasan ini ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah di Pinrang dan sekitarnya.

Di sisi lain pantai, salah seorang pelaku UMKM lokal yang mengaku bernama Amir, sibuk melayani pembeli minuman dingin dan jajanan ringan. Sejak Pantai Menralo mulai tertata dan dikenal luas, penghasilannya perlahan meningkat. “Alhamdulillah, kalau akhir pekan bisa ramai. Ada tambahan untuk keluarga,” katanya.

Pantai Menralo juga ramah di kantong. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sekitar Rp20.000 per orang dewasa, Rp15.000 untuk anak-anak sementara parkir kendaraan roda dua dan roda empat dipatok dengan tarif terjangkau. Dengan biaya murah, pengunjung sudah bisa menikmati suasana pantai, fasilitas saung, serta area bermain keluarga.

Pantai Menralo, Ruang Pulang Warga dan Harapan Baru di Pesisir Pinrang
Pantai Menralo di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kian dikenal sebagai ruang pulang warga pesisir sekaligus destinasi wisata keluarga yang terjangkau. Menjelang senja, pantai ini ramai oleh keluarga yang bersantai di saung kayu, anak-anak yang bermain di tepi laut, serta pelaku UMKM lokal yang menggantungkan harapan pada geliat pariwisata pesisir.

Lokasi Pantai Menralo terbilang mudah dijangkau. Dari pusat Kota Pinrang, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30–40 menit menggunakan kendaraan pribadi menuju Kecamatan Suppa. Akses jalan menuju pantai sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Petunjuk arah menuju Pantai Menralo juga cukup jelas di sepanjang jalur utama.

Bagi pengunjung dari luar daerah, rute paling mudah adalah melalui jalur trans Sulawesi, kemudian mengambil arah ke Suppa hingga tiba di kawasan pantai. Sepanjang perjalanan, hamparan sawah dan perkampungan pesisir menjadi pemandangan yang menenangkan sebelum tiba di lokasi.

Menjelang matahari terbenam, suasana Pantai Menralo semakin hidup. Banyak pengunjung memilih bertahan, menikmati senja sambil bercengkerama di saung. Siluet bambu dan langit jingga menjadi latar kebersamaan yang sederhana namun berkesan.

Di tengah geliat pariwisata Kabupaten Pinrang, Pantai Menralo hadir sebagai ruang bersama yang tumbuh dari keterlibatan warga. Ia bukan hanya menawarkan keindahan laut, tetapi juga menyimpan kisah manusia—tentang keluarga, usaha kecil, dan harapan akan masa depan wisata pesisir Pinrang yang kian menjanjikan. (Ag4ys)

Pantai Menralo, Ruang Pulang Warga dan Harapan Baru di Pesisir Pinrang
Suasana senja di Pantai Menralo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dimanfaatkan warga untuk bersantai bersama keluarga di saung kayu sambil menikmati angin laut. Pantai ini kini menjadi ruang rekreasi sekaligus sumber penghidupan bagi pelaku UMKM lokal.
error: Content is protected !!