Advertisement - Scroll ke atas
DKI Jakarta

Pertamina Jalankan Program Gizi dan Kesehatan di 28 Desa, Ribuan Warga Terima Manfaat

730
×

Pertamina Jalankan Program Gizi dan Kesehatan di 28 Desa, Ribuan Warga Terima Manfaat

Sebarkan artikel ini
Pertamina Patra Niaga Jalankan Program Gizi dan Kesehatan di 28 Desa, Ribuan Warga Terima Manfaat
Memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan dan gizi yang menjangkau ribuan warga di 28 desa di berbagai wilayah Indonesia, Sabtu (25/1/2026).

JAKARTA—Memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan dan gizi yang menjangkau ribuan warga di 28 desa di berbagai wilayah Indonesia, Sabtu (25/1/2026).

Program tersebut meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sosialisasi dan pendampingan pencegahan stunting, pelayanan kesehatan dasar, hingga edukasi dan pelatihan penyusunan menu sehat, bergizi seimbang, dan berbasis pangan lokal. Sepanjang 2022–2025, program ini menjangkau 3.097 penerima manfaat yang terdiri dari 1.782 balita, 217 anak-anak, 331 ibu hamil, 319 lansia, dan 448 dewasa.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan program TJSL Pertamina Sehati di bidang kesehatan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar dan pemenuhan gizi.

“Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi pengingat bahwa kesehatan khususnya dalam hal pemenuhan gizi yang baik memegang peranan penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui berbagai program TJSL, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar Roberth.

Salah satu program dijalankan melalui Program Kampung Iklim Pengentasan Stunting di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Regional Sumatera Bagian Selatan. Program ini mengintegrasikan pengembangan lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan kapasitas keluarga melalui pemanfaatan hidroponik dan pengolahan pangan bergizi.

Di wilayah tersebut terdapat 18 anak yang terindikasi dan hampir terindikasi stunting. Melalui dukungan PMT yang disalurkan ke tiga Posyandu, jumlah anak yang masih terindikasi stunting menjadi empat anak. Hasil panen hidroponik juga dimanfaatkan sebagai bahan PMT bagi balita serta melibatkan ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

Di Jawa Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjalankan program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) di Balongan, Kabupaten Indramayu. Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat pesisir melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta penguatan peran Posyandu dan PAUD di antaranya PAUD Bunga Seroja dan PAUD Nyi Mas Ayu.

Berdasarkan data desa, jumlah balita stunting di wilayah tersebut turun dari 32 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025 seiring pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan kesehatan yang mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.

Roberth mengatakan seluruh program TJSL di bidang kesehatan yang berfokus pada pemenuhan gizi selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutupnya. (*)

error: Content is protected !!