PINRANG — Perhelatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tahun 2026 di Kabupaten Pinrang memasuki hitungan H-1. Kegiatan yang akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026, di Gedung Indoor Kantor Bupati Pinrang itu dipastikan menjadi salah satu forum pendidikan terbesar di daerah, dengan jumlah peserta yang telah mencapai sekitar 1.474 orang.
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, hingga kalangan dosen dan pengawas. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 1.200 peserta.
Mengusung tema “Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”, Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Pinrang bersama panitia TPN XIII intensif melakukan sosialisasi di 12 kecamatan. Upaya ini bertujuan mengajak para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi, menggali potensi, serta berbagi praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.
Koordinator Kelas Berbagi Praktik, Astuti, mengatakan pihaknya menyediakan 10 kelas yang mencakup kelas pemimpin, kelas pendidik, dan kelas kompetensi.
“Kami yakin semua pendidik di Pinrang memiliki praktik baik. Karena itu kami mengajak mereka berkolaborasi dan berbagi pengalaman dalam Temu Pendidik Nusantara ini,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026)
Semangat berbagi tersebut juga dirasakan Rasma, S.Pd, guru SD Negeri 187 Pinrang yang berhasil lolos sebagai narasumber pada kelas pendidik. Ia mengaku antusias setelah menerima kabar dari panitia pusat di Jakarta mengenai kelulusannya sebagai pemateri.
Menurutnya, praktik baik yang selama ini diterapkan di sekolah akan menjadi bahan berbagi pengalaman kepada peserta lain. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menginspirasi rekan-rekan guru sekaligus membuka peluang untuk memperoleh wawasan baru dari sesama pendidik.
Selain dukungan para guru, suksesnya TPN XIII juga tidak lepas dari kolaborasi berbagai sponsor yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan. Dukungan datang dari berbagai kalangan, mulai individu, lembaga, hingga pelaku usaha.
Beberapa sponsor yang terlibat antara lain Beasiswa Bazna, Penerbit Yudistira, serta sejumlah usaha kuliner dan kedai kopi. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah hiburan dan doorprize bagi peserta.
Keterlibatan panitia lintas sekolah menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan tahunan tersebut. Ihsan, salah seorang panitia dari Pesantren Muhammadiyah Punnia, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari TPN XIII.
“Saya senang dapat terlibat di TPN XIII karena ini adalah hajatan tahunan yang selalu dipenuhi cerita praktik baik dan semangat kolaborasi yang luar biasa,” katanya.
Beragam agenda menarik telah disiapkan panitia, mulai dari talkshow pendidikan, pameran karya, kelas berbagi praktik, hingga kompetisi Cerdas Cermat Guru (CCG).
Koordinator CCG, Sumarni, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 166 tim telah mendaftar mengikuti kompetisi tersebut. Setiap tim terdiri dari tiga orang peserta.
“Persiapan yang kami lakukan saat ini adalah penempatan peserta dalam wayground serta memastikan seluruh aspek teknis berjalan lancar agar peserta merasa nyaman saat menjawab soal,” jelasnya.
TPN Pinrang sendiri memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Pada penyelenggaraan TPN XII tahun lalu, Kabupaten Pinrang berhasil meraih penghargaan bergengsi Muhammad Syafei Award dari Yayasan Guru Foundation.
Menjelang pelaksanaan acara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja, turut meninjau langsung kesiapan lokasi di Gedung Indoor Kantor Bupati Pinrang.
Ia mengaku bersyukur melihat semangat gotong royong dan kolaborasi yang ditunjukkan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi merupakan faktor penting dalam mendorong kemajuan pendidikan, terlebih TPN telah menjadi agenda tahunan yang konsisten menghadirkan ruang belajar bersama bagi para pendidik.
Melalui Temu Pendidik Nusantara XIII, para guru diharapkan dapat terus berbagi praktik baik, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan perubahan yang berdampak nyata bagi peserta didik di ruang kelas maupun lingkungan sekolah. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nurhidayah Mantong













