PINRANG – Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Pinrang berlangsung meriah dan penuh antusias di Gedung Indoor Kantor Bupati Pinrang. Sekitar 1.500 peserta memadati lokasi kegiatan, bahkan sebagian di antaranya terpaksa menempati area di luar gedung akibat membludaknya pendaftar yang melakukan registrasi langsung pada hari pelaksanaan.
Meski dihadiri ribuan peserta, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Padduppa serta Dance Semua Murid Semua Guru sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada para tamu undangan. Suasana semakin semarak saat peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), dan Mars PGRI.
Ketua Panitia TPN XIII Kabupaten Pinrang, Dedy Setiawan, menyampaikan bahwa tema kegiatan tahun ini mengajak para pendidik untuk memahami bahwa setiap individu merupakan bagian dari dunia yang saling terhubung.
Menurutnya, setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan seorang pendidik akan memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
“Melalui pemahaman tersebut, kita diajak untuk berkolaborasi dalam memajukan pendidikan demi mewujudkan kedamaian, keadilan, dan keberlanjutan,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, TPN XIII mengajak para pendidik membayangkan dunia sebagai sebuah desa besar, tempat setiap orang saling peduli dan bekerja sama menghadirkan perubahan yang berdampak global.
Menutup sambutannya, Dedy mengutip ungkapan Bugis “Tellu Sitinro Napassengerengge” yang dimaknainya sebagai tiga hal yang berjalan beriringan, yakni cinta, rindu, dan kenangan indah. Ungkapan tersebut menjadi simbol eratnya ikatan kebersamaan para pendidik dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pengurus Nasional KGBN melalui Erni Marlina membacakan sambutan Ketua Umum KGBN. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa TPN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang belajar kolektif yang lahir dari keyakinan bahwa perubahan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang, satu sekolah, atau satu lembaga semata.
Perubahan pendidikan, kata dia, hanya bisa diwujudkan melalui gotong royong para pendidik yang terus belajar, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama.
“Di KGBN tidak ada guru yang paling hebat. Semua setara, saling mendukung, dan bergandengan tangan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik,” demikian pesan yang disampaikan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, mengajak para guru untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ia mengibaratkan guru sebagai gelas yang selalu siap diisi dengan pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi baru.
Menurutnya, guru yang terus belajar akan selalu memiliki ruang untuk berkembang, sedangkan mereka yang merasa sudah mengetahui segalanya akan kehilangan kesempatan untuk bertumbuh.
“Rendah hati, empati, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar merupakan karakter penting yang harus dimiliki pendidik di tengah perubahan zaman,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja, menegaskan bahwa kolaborasi antara pendidik, pemangku kepentingan, dan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“TPN menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi mampu menghadirkan ruang belajar kolektif yang mempertemukan berbagai pihak untuk saling berbagi praktik baik dan bersama-sama mendorong kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan TPN XIII Kabupaten Pinrang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, Andi Calo Kerrang, yang hadir mewakili Bupati Pinrang.
Selain menjadi ajang berbagi praktik baik dan penguatan kapasitas pendidik, kegiatan ini juga diwarnai aksi kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui penyerahan beasiswa kepada sekitar 40 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Beasiswa tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi.
Menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize hiburan serta undian umrah gratis yang disponsori oleh Travel Taman.
TPN XIII Kabupaten Pinrang menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi para pendidik di daerah. Tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi, berbagi inspirasi, serta penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berdampak bagi masa depan Indonesia. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter : Nurhidayah Mantong













