MAKASSAR — Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan bagi guru PAUD dalam mendesain lingkungan kelas yang kaya literasi di Kota Makassar.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan literasi anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut diketuai Dr. Ir. Syamsuardi, S.Pd., M.Pd., yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan anak usia dini dan pengembangan pembelajaran. Sementara Nur Alim Amri, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai pemateri dengan memberikan penguatan terkait konsep dan praktik desain lingkungan kelas yang kaya literasi.
Pelatihan digelar sebagai respons atas pentingnya lingkungan belajar yang mampu menstimulasi kemampuan literasi anak secara alami, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Konsep kelas kaya literasi tidak sekadar menghadirkan buku atau menyediakan pojok baca. Penataan ruang, bahan bacaan, media literasi, hingga berbagai aktivitas di dalam kelas dapat dirancang untuk mendorong anak berinteraksi dengan simbol, gambar, tulisan, serta sumber informasi yang ada di sekitarnya.
Dalam pelatihan, para guru mendapatkan materi sekaligus pendampingan mengenai prinsip-prinsip mendesain lingkungan kelas kaya literasi. Peserta juga diajak mengidentifikasi potensi ruang kelas yang dapat dikembangkan sebagai sumber stimulasi literasi dan merancang lingkungan belajar yang lebih menarik, bermakna, serta sesuai kebutuhan anak.
Para peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Sejumlah guru mengaku mendapatkan pemahaman baru bahwa lingkungan kaya literasi tidak terbatas pada keberadaan buku dan pojok baca. Berbagai sudut ruangan maupun benda yang ada di dalam kelas juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memperkaya pengalaman literasi anak.
Selain pemahaman konseptual, pelatihan memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan langsung di satuan PAUD masing-masing. Pendampingan membantu guru mengembangkan ide penataan ruang kelas agar lebih menarik, fungsional, sekaligus memberi ruang bagi anak untuk belajar literasi melalui aktivitas sehari-hari.

Ketua tim PKM, Dr. Ir. Syamsuardi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi pedagogis dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, lingkungan kelas yang dirancang secara tepat dapat menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Anak pun memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, guru PAUD di Kota Makassar diharapkan mampu menerapkan prinsip lingkungan kaya literasi dalam pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, ruang kelas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang secara aktif mendorong anak mengenal, menggunakan, dan menikmati pengalaman literasi sejak usia dini. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter : Muqimah Surganingsih (Early Childhood Education)













