PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • Selamat Memperingati Hari Listrik Nasional ke-81, 27 Oktober 2026, dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Gubernur Sulsel Dorong Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global, UMKM Jadi Perhatian • Tri Lamappaenre Siap Kawal 5 Misi APSI, Satpam Indonesia Didorong Naik Kelas • Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Pupuk Subsidi Bone dan Minta Polisi Bongkar Keterlibatan Pihak Lain • ABUJAPI Sulsel Sambangi Rumah Satpam RSUD Maros yang Mundur, Hariman: Jangan menyerah! • 163 Mahasiswa Unhas Ikuti Diklat Ekonomi Islam XVI KSEI FoSEI • Pakar Ekonomi Buka Suara Soal Dampak Rencana Pajak Digital • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • Selamat Memperingati Hari Listrik Nasional ke-81, 27 Oktober 2026, dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Gubernur Sulsel Dorong Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global, UMKM Jadi Perhatian • Tri Lamappaenre Siap Kawal 5 Misi APSI, Satpam Indonesia Didorong Naik Kelas • Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Pupuk Subsidi Bone dan Minta Polisi Bongkar Keterlibatan Pihak Lain • ABUJAPI Sulsel Sambangi Rumah Satpam RSUD Maros yang Mundur, Hariman: Jangan menyerah! • 163 Mahasiswa Unhas Ikuti Diklat Ekonomi Islam XVI KSEI FoSEI • Pakar Ekonomi Buka Suara Soal Dampak Rencana Pajak Digital •
Sulsel

Menteri Ara Tambah 25 Ribu Kuota Rumah Subsidi untuk Sulsel

93
×

Menteri Ara Tambah 25 Ribu Kuota Rumah Subsidi untuk Sulsel

Sebarkan artikel ini
Rumah subsidi

MAKASSAR — Kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menambah kuota rumah subsidi untuk Sulsel sebanyak 25.000 unit.

Tambahan kuota tersebut diberikan setelah Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengusulkan tambahan 20.000 unit rumah subsidi dalam rapat koordinasi secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (17/9/2026).

Usulan itu tidak hanya ditujukan bagi masyarakat umum. Andi Sudirman meminta agar kuota tambahan dapat menjangkau ASN, petani hingga nelayan.

“Kami kalau bisa minta rumah subsidi tambahan 20 ribu, Pak Menteri. Kami rencana untuk ASN dan warga serta petani dan nelayan juga bisa mendapatkan rumah subsidi,” kata Andi Sudirman.

Permintaan tersebut langsung mendapat respons positif dari Maruarar Sirait. Bahkan, Menteri yang akrab disapa Ara itu memberikan kuota lebih besar dari yang diusulkan, yakni mencapai 25.000 unit.

“Saya senang sekali kepada Pak Gubernur karena komunikasi sangat baik. Kita kasih 25 ribu tambahan kuota untuk Sulsel,” ujar Menteri Ara.

Ara mengatakan, tambahan kuota tersebut diberikan karena progres program rumah subsidi di Sulsel dinilai berjalan baik.

Ia juga mengapresiasi komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel, Balai PKP, serta asosiasi pengembang perumahan, REI dan Apersi.

“Progress rumah subsidi Sulsel bagus karena komunikasi Gubernur, Balai dengan REI dan Apersi. Ini patut dicontoh Balai PKP lainnya. Kalau mau tambah kuota, kita kasih,” tegasnya.

Dengan tambahan tersebut, Sulsel kini mendapat peluang memperluas akses kepemilikan rumah subsidi, termasuk bagi kelompok masyarakat yang selama ini menjadi sasaran program perumahan pemerintah.

Bagi Pemprov Sulsel, tambahan kuota 25.000 unit ini menjadi tantangan berikutnya: memastikan rumah subsidi benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjangkau kelompok seperti ASN, petani dan nelayan yang diusulkan gubernur. (70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com