PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 Ribu
Tekno

Raksasa Media Sosial Bergabung Untuk Perangi Konten Teroris

663
×

Raksasa Media Sosial Bergabung Untuk Perangi Konten Teroris

Sebarkan artikel ini

TEKNO – Raksasa media sosial Facebook, Twitter, YouTube dan Microsoft membentuk kelompok kerja untuk menghapus konten teroris dari platform mereka.

Perusahaan-perusahaan teknologi global itu mengumumkan hari Senin, membentuk Forum Internet Global guna Mengatasi Teroris yang akan membantu mereka berbagi solusi teknis untuk menghapus postingan teroris dan ekstremis.

Perusahaan-perusahaan itu menghadapi tekanan dari pemerintah di seluruh dunia untuk segera menghapus konten sarat kebencian. Sebelumnya mereka mulai bekerja sama membuat sidik jari untuk video atau gambar dengan informasi ekstremis yang bisa dibagi di seluruh platform media sosial.

Perusahaan-perusahaan teknologi itu mengatakan forum baru itu juga akan membantu mereka melakukan penelitian guna melawan pernyataan teroris dan juga bekerja sama dengan pakar-pakar kontra-terorisme.

Forum tersebut akan “memformalkan dan membangun bidang-bidang kolaborasi yang ada maupun pada masa depan di antara perusahaan kami dan mendorong kerjasama dengan perusahaan-perusahaan teknologi kecil, kelompok masyarakat madani dan akademisi, pemerintah dan badan supra nasional seperti Uni Eropa dan PBB,” demikian dikatakan perusahaan-perusahaan itu dalam pernyataan. “Ruang lingkup tugas kami akan berkembang seiring berjalannya waktu karena kami perlu bersikap responsif terhadap taktik teroris dan ekstremis yang terus berkembang.”

Pekan lalu, kepala-kepala negara Eropa meminta perusahaan-perusahaan teknologi agar mengembangkan teknologi baru untuk secara otomatis mendeteksi dan menyingkirkan konten ekstremis. Jerman mengusulkan undang-undang baru yang akan mendenda perusahaan media sosial sampai 56 juta dolar jika tidak segera menghapus postingan ekstremis. (voa/4ld)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com