Advertisement - Scroll ke atas
Pendidikan

15 Kampus Ternama Kawasan Segitiga Karang dan Australia Siap Terapkan Program Kerja 2017-2018

479
×

15 Kampus Ternama Kawasan Segitiga Karang dan Australia Siap Terapkan Program Kerja 2017-2018

Sebarkan artikel ini

MANADO – Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) menyelenggarakan CTI-CFF University Partnership Workshop on Program Development atau Workshop Pengembangan Program Kerjasama Universitas CTI-CFF untuk tahun 2017-2018 yang berfokus pada pengembangan kapasitas (capacity building), riset, dan pengabdian masyarakat (outreach), termasuk masalah pendanaan kegiatan.

CTI-CFF Regional Secretariat dalam siaran pers kepada Mediasulsel.com, pada 10 Agustus lalu dikatakan bahwa, 15 Universitas ternama di bidang Kelautan dan Perikanan, terdiri dari 13 Universitas dari 6 negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, Timor-Leste) dan 2 Universitas dari Australia turut serta secara aktif menyusun program kegiatan unggulan pada ketiga bidang dimaksud.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Program kerja yang dihasilkan dari pertemuan kerja 2 hari ini diharapkan dapat menjadi sarana tukar menukar informasi, penyetaraan pengetahuan dan keterampilan di bidang konservasi kelautan, isu-isu global di bidang lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya antar lembaga Universitas di 6 Negara CTI-CFF.

“Bentuk-bentuk program aplikatif yang dirumuskan dalam workshop 2 hari ini diharapkan dapat menjadi acuan utama kegiatan lembaga-lembaga Universitas yang tergabung dalam CTI-CFF University Partnership dalam kurun waktu 1 tahun ke depan–baik berupa pengembangan kapasitas, riset, maupun pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahun,” Widi A. Pratikto, Ph.D, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF.

Selama acara berlangsung juga diselingi acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretariat Regional CTI-CFF dengan University of Papua New Guinea (UPG) dan Universidade Nacional Timor Lorosa’e/UNTL yang menjadikan CTI-CFF University Partnership memiliki 10 anggota resmi, sejak dicanangkan 1 tahun yang lalu.

Acara CTI-CFF University Partnership Workshop on Program Development adalah tindak lanjut acara sebelumnya, yaitu The 1st CTI-CFF University Partnership Meeting, 28 Februari – 1 Maret 2017 yang menandakan semangat kolektif menjaga kelestarian kawasan Segitiga Karang yang dilakukan lembaga Perguruan Tinggi (Universitas), khususnya melalui disiplin ilmu Kelautan dan Perikanan.

Koordinator CTI-CFF University Partnership, Prof. Grevo Gerung yang juga Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado menambahkan, beberapa program capacity building sedang kami kembangkan bersama, termasuk program asistensi khusus untuk Timor-Leste dalam mengembangkan pendidikan ilmu kelautan dan perikanan,

“Pendirian kelas Master (Strata 2) Internasional bergelar Master of Science/M.Sc dengan subyek Coral Triangle Ecosystem Governance/Tata Kelola Ekosistem Segitiga Karang, dan Pelatihan Regional tentang Perubahan Iklim,” tambah Prof. Grevo Gerung.

Sementara itu YBrs. Prof Madya Dr. Ramzah Dambul, Deputy Secretary of Kementerian Sains, TeknologidanInovasi (MOSTI), Malaysia yang menjadi Chair CTI-CFF University Partnership menegaskan, kerjasama lintas Universitas ini adalah yang pertama di kawasan Segitiga Karang.

“Kami memiliki keyakinan bahwa program-program yang telah disetujuidalam workshop ini dapat benar-benar bermanfaat bagi upaya-upaya pelestarian lingkungan kelautan, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, serta peningkatan keterampilan antar negara anggota CTI dan melalui lembaga Perguruan Tinggi (Universitas),” kata Prof Madya Dr. Ramzah Dambul.

Acara workshop ini sekaligus membuktikan bahwa lembaga Perguruan Tinggi (Universitas) adalah pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian yang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Selain itu, ke depannya Kerjasama Universitas ini diharapkan menjadi forum pertukaran pengetahuan yang dapat diandalkan bagi para anggota yang tergabung di dalamnya sekaligus meningkatkan kapasitas institusi dari Universitas bersangkutan.

15 Kampus Ternama Kawasan Segitiga Karang dan Australia Siap Terapkan Program Kerja 2017-2018

Beberapa Universitas ternama dari 6 negara CTI-CFF hadir di Manado: (Indonesia: Institut Pertanian Bogor/IPB-Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember/ITS-Surabaya, Universitas Hasanuddin/Unhas-Makassar, Universitas Sam Ratulangi/Unsrat, Manado, Universitas Padjajaran/Unpad, Bandung, Sekolah Tinggi Perikanan/STP, Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan, Bitung); (Malaysia: Universiti Malaysia Terengganu/UMT, Universiti Malaysia Sabah/UMS); (Papua Nugini: The University Of Papua New Guinea (UPNG); (Solomon Islands: Solomon Islands National University (SINU);(Timor-Leste: Universidade Nacional Timor Lorosa’e/UNTL,Universidade Oriental Timor Lorosa’e/UNITAL);Serta 2 Universitas ternama dari Australia: James Cook University (JCU) dan Queensland University (QU).

Selain itu 6 perwakilan National Coordinating Committee (NCC) CTI-CFF dari 6 negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, Timor-Leste) juga turut hadir mendampingi. Termasuk perwakilan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Timor-Leste, Ocean Sciencies (CReSOS) Universitas Udayana-Bali, Project Initiation Specialist ADB, Koordinator program Sulu-Sulawesi The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Sekedar diketahui, CTI-CFF, The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) adalah sebuah kerjasama multilateral enam negara yang bekerja bersama untuk menjaga sumber daya laut dan pesisir dan memfokuskan kegiatannya pada beberapa isu penting seperti ketahanan pangan, perubahan iklim dan keanekaragaman hayati laut.

CTI-CFF didirikan secara formal dalam Leaders Summit di tahun 2009 melalui persetujuan para pemimpin enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste (CT6) untuk mengadopsi CTI Regional Plan of Action (CTI RPOA) yang merupakan rencana aksi strategis yang terbagi dalam beberapa kelompok kerja yang menangani (i) Pengelolaan bentang laut (ii) Pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (iii) Kawasan konservasi perairan (iv) Adaptasi perubahan iklim, dan(v) Pengeolaan spesies terancam punah. (*/shar)

error: Content is protected !!