PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain • Rapimnas Forkonas PP DOB, Aspirasi Pemekaran Sulsel Kembali Menguat • Jelang Pensiun, Polda Sulsel Bekali PNPP dengan Keterampilan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain • Rapimnas Forkonas PP DOB, Aspirasi Pemekaran Sulsel Kembali Menguat • Jelang Pensiun, Polda Sulsel Bekali PNPP dengan Keterampilan •
Makassar

32 Orang Pengungsi Korban Gempa Palu Ditampung di Rumah Warga Kelurahan Biring Romang

1269
×

32 Orang Pengungsi Korban Gempa Palu Ditampung di Rumah Warga Kelurahan Biring Romang

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2018 10 03 at 17.04.59

MAKASSAR, 32 orang pengungsi korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, sejak Selasa (2/10) malam ditampung di rumah salah seorang warga Jl. Budidaya III, No. 3C, ORT. 01 / ORW. 06 kelurahan Biring Romang, kecamatan Manggala, Kota Makassar.

32 orang yang terdiri dari 10 orang lelaki dewasa, 11 perempuan dewasa serta 11 anak-anak tersebut, menurut ketua RT setempat, Burhanuddin Izhan, SE, tiba secara bergelombang yaitu 12 orang pada Selasa malam, 13 orang pada Rabu (3/10) sekitar jam 10 pagi serta sisanya tiba pada hari Rabu sekitar jam 18.00 WITa.

Untuk sementara waktu, menurut Burhanuddin, seluruh pengungsi yang menempati rumah milik Ibu Usman tersebut pada umunya tiba dengan bekal secukupnya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dasar sementaranya di tempat tersebut, telah dikoordinasikan dengan lurah dan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan Biring Romang.

“Alhamdulillah setelah dilakukan koordinasi dengan LPM dan Lurah, sejumlah sumbangan telah tiba dan dapat mencukupi untuk kebutuhan makan dan minum serta baju gantinya setidaknya untuk beberapa hari ke depan,” terang Bur.

Sementara itu menurut salah seorang pengungsi, yang merupakan warga perumahan Balaroa, Nilawati, dirinya terpaksa mengungsi ke Makassar, selain dirinya saat ini sudah kehilangan tempat tinggal yang amblas ke dalam tanah, juga karena hampir setiap saat terjadi gempa susulan yang membuatnya semakin trauma.

“Rumah saya tenggelam ke dalam tanah akibat guncangan pada hari Jum’at itu, jadi saya saat ini tidak memiliki tempat tinggal, selain itu kami ini memutuskan mengungsi karena rasanya tidak sanggup untuk setiap saat merasakan adanya gempa susulan,” terang Nila.

Lebih lanjut Nila mengaku sangat berterima kasih, dan merasa terharu atas sambutan dan rasa kekeluargaan yang diberikan warga Makassar semenjak turun dari pesawat hingga apa yang dirasakan di tempat pengungsian tersebut.

“Saya merasa terharu dan sangat berterima kasih atas sambutan dan perhatian yang diberikan warga Makassar yang begitu luar biasa, sejak saya tiba dibandara sudah disambut dan diberikan makanan, kemudian dari pagi seluruh aparat mulai RT, Ketua LPM, ibu-ibu PKK, Lurah beserta staf begitu perhatian kepada kami yang baru saja dikenalnya,” terang Nila terbata.

Sementara itu lurah Biring Romang, Rahmat SE, mengaku pihaknya beserta jajaran akan bekerja sama dengan seluruh komponen terkait untuk setidaknya membantu para pengungsi menghilangkan traumanya dengan memberikan rasa nyaman selama tinggal di tempat pengungsian.

“Seluruh komponen di Kelurahan Biring Romang telah berkoordinasi untuk memberikan yang terbaik kepada mereka, kami yakin tidak bisa memenuhi semua yangm mereka butuhkan, namun setidaknya dengan memberikan kenyamanan selama mereka tinggal di sini, mungkin bisa membantu mereka keluar dari rasa traumanya terhadap kejadian yang belum lama ini mereka alami,” tukas Rahmat. (464Ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com