PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Keracunan Massal MBG: Kegagalan Sistemik Negara dalam Menjamin Keamanan Pangan GenerasiLapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasNegeri Kaya, Tapi Pajak MencekikJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirRekening Massal, Bukan Sekadar Soal RekeningPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Keracunan Massal MBG: Kegagalan Sistemik Negara dalam Menjamin Keamanan Pangan GenerasiLapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasNegeri Kaya, Tapi Pajak MencekikJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirRekening Massal, Bukan Sekadar Soal RekeningPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison Inn
News

Dua WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

553
×

Dua WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

Sebarkan artikel ini
Abu Sayyaf

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya, Kamis (21/2), juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan kedua WNI tersebut berasal dari Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Namun dia tidak menyebutkan identitas kedua warga Indonesia yang disandera tersebut.

“Keduanya diculik oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan pada saat mereka bekerja di kapal ikan di perairan Sabah, Malaysia, pada tanggal 5 Desember 2018, bersama satu orang warga negara Malaysia,” kata Arrmanatha.

Ketika mendapat informasi mengenai hal itu, lanjutnya, Kementerian Luar Negeri langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga, pihak-pihak terkait di Malaysia dan Filipina, untuk membebaskan kedua warga Indonesia tersebut.

Rekaman video yang dilansir oleh Abu Sayyaf beredar di beragam media sosial pekan ini. Surat kabar “The Star” melaporkan video tersebut memperlihatkan dua tahanan asal Indonesia berlutut dan ditutup matanya, di mana seorang teroris memegang parang dan menempelkan ke leher sandera.

“Saya warga negara Indonesia, pekerjaan saya nelayan di Sabang, Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayaf Filipina di Laut Sandakan. Saya minta perhatiannya pemerintah terutama Presiden untuk membebaskan kami,” ujar salah seorang sandera.

Para sandera diidentifikasi sebagai Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45) asal Indonesia. Ada pula satu sandera lain asal Malaysia, Jari Abdulla (24).

Dua orang itu ditangkap saat sedang bekerja menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia pada 5 Desember 2018. Mereka berlayar bersama seorang warga negara Malaysia.

Sandera dalam video itu memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk menyelamatkan mereka dan memberikan kontak seorang negosiator Indonesia untuk memulai perundingan soal tebusan. Para penculik menegaskan tanpa tebusan, para tawanan akan dipenggal.

Terkait video tersebut, Arrmanatha mengatakan video berisi ancaman eksekusi terhadap sandera sudah sering dilakukan oleh Abu Sayyaf untuk memberikan tekanan kepada keluarga.

“Kita terus berupaya untuk melakukan pembebasan. Bahkan sejak tahun 2016, ini merupakan penculikan kesebelas dilakukan terhadap WNI di perairan Sabah, Malaysia. Kita telah berhasil membebaskan 34 WNI dan sisanya sekarang dua yang sedang kita upayakan pembebasan,” kata Arrmanatha.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan akan berkoordinasi dengan otorita Filipina Selatan terkait dua WNI yang diculik kelompok bersenjata itu. Dia menegaskan akan segera menyelesaikan masalah ini.

Abu Sayyaf adalah sempalan kelompok gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro MILF. Kelompok ini dibentuk oleh Abdurrazak Abu Bakar Janjalani sebagai reaksi ketidakpuasan warga di Filipina Selatan. Pada 23 Juli 2014, pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Totoni Hapilon berbaiat kepada pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi. [voa]

 

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com