MAKASSAR, Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tingkat SMA SMK tahun 2019/2020, panitia PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan rapat koordinasi, minggu.(23/6).
Panitia menitikberatkan pada kesiapan pelaksanaan pendaftaran jalur zonasi. Sistem online antara lain, kesiapan jaringan operator, sinergitas sekolah di wilayah cabang dinas hingga layanan langsung kemasyarakat akan proses pendaftaran jalur zonasi.
Sekretaris Disdik Provinsi Sulsel, Setiawan Aswad, menjelaskan, pelaksanaan jalur zonasi akan mendapat perhatian serius, terutama dalam hal kemudahan akses mendapat penjelasan, pengarahan soal syarat ketentuan umum dan tata cara pendaftaran.
Hingga saat ini kata Setiawan, kesiapan pelaksanaan PPDB jalur zonasi sudah rampung dan pendaftaran siap dimulai Senin (24/6) puku 06.30 wita.
“Insya Allah, soal kesiapan jaringan tidak ada kendala. Tata cara pendaftaran juga telah disosialisasikan dan juga telah dilakukan simulasi pendaftaran online jalur zonasi selama dua hari (sabtu-minggu). Selain itu telah dilakukan simulasi verifikasi dengan menentukan titik koordinat rumah calon peserta didik baru,”terang Setiawan.
Lanjut Setiawan, guna mendukung kelancaran tahapan PPDB jalur zonasi, pihak Disdik Sulsel juga menyediakan tim relawan (volunter) yang akan bertugas dilapangan membantu sekolah melakukan verifikasi guna mendukung tujuan program PPDB jalur zonasi berjalan mulus. Selain itu juga akan dibuka booth membantu masyarakat atau calon peserta didik melakukan pendaftaran secara online.
“Tim ini akan ditempatkan diberbagai titik Lokasi atau tempat strategis yang ramai dikunjungi orang. Tim ini juga akan dikoordinasikan langsung pihak satuan pendidikan (sekolah) dan Cabang Dinas Pendidikan di wilayah didaerah masing masing kabupaten kota. Kami tak ingin ada lagi problem yang muncul seperti tahun sebelumnya, dimana terjadi konsentrasi atau penumpukan orang hingga jadinya tidak tertib”jelasnya.
Adapun jumlah tim relawan yang di rekrut dan telah dilatih kurang lebih 30 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa. Sementara penempatan lokasi titik yang dianggap strategis seperti Gong SMK Jalan Ujung Pandang samping Benteng Roterdam, Mal Mal, dan berbagai tempat yang dianggap startegis lainnya.
“Untuk penentuan titik lokasi ini diserahkan pada satuan pendidikan diwilayah cabang dinas masing masing,”katanya. (*)







