PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut KemitraanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut Kemitraan
SainsVideo

Kok Bisa, Batu Tertua di Bumi Malah ditemukan di Bulan

12154
×

Kok Bisa, Batu Tertua di Bumi Malah ditemukan di Bulan

Sebarkan artikel ini

SAINS—Para ilmuwan telah menemukan batu tertua dari Bumi–digali bersama sampel bulan yang dikumpulkan oleh astronot Apollo 14, hampir 50 tahun lalu.

Namun, ada yang aneh dari penemuan ini. Bagaimana bisa batu dari Bumi berakhir di Bulan?

Menurut para peneliti, kemungkinan ada hantaman besar sekitar empat miliar tahun lalu yang membuat batu tersebut terlempar dari Bumi dan kemudian mendarat di permukaan Bulan.

Ia tercampur dengan material lainnya di sana hingga manusia kemudian membawanya kembali ke Bumi tanpa sengaja.

“Ini adalah penemuan luar biasa yang membantu memberikan gambaran yang lebih baik mengenai Bumi di masa lalu, serta hantaman-hantaman yang mengubah planet kita di awal kehidupannya,” papar Dr David Kring, Kepala Investigator Center for Lunar Science and Exploration (CLSE).

Untuk mendapat hasil tersebut, sekelompok peneliti CLSE mengembangkan teknik yang mampu menganalisis material yang dikumpulkan dari Bulan.

Mereka menemukan pecahan batu berukuran 2 gram yang terdiri dari kuarsa, zirkon, dan feldspar–bahan-bahan yang biasanya ditemukan di Bumi, bukan Bulan.

Berdasarkan analisis kimia, pecahan batu tersebut juga lebih cocok dalam lingkungan teroksidasi seperti Bumi.

Menurut peneliti, kemungkinan ia mengkristal sekitar 20 kilometer (12 mil) di bawah permukaan bumi. Tabrakan besar kemudian membuatnya ‘tercabut’ dari Bumi dan terlempar ke Bulan. [*]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com