Advertisement - Scroll ke atas
Bisnis

Alasan Sederhana Mengapa Kita Perlu Berasuransi

826
×

Alasan Sederhana Mengapa Kita Perlu Berasuransi

Sebarkan artikel ini
Alasan Sederhana Mengapa Kita Perlu Berasuransi
ILUSTRASI

MEDIASULSEL.COM—Biaya kesehatan sering kali menjadi salah satu pos terbesar dalam pengeluaran rumah tangga. Beban itu akan semakin berat jika seseorang terserang penyakit kritis, kehilangan penghasilan, memasuki masa pensiun, atau tidak memiliki dana darurat.

Dalam kondisi seperti ini, banyak keluarga yang akhirnya harus mengorbankan tabungan atau aset untuk biaya pengobatan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Menjaga kesehatan tentu penting. Gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, tidur cukup, mencuci tangan, meningkatkan imunitas dengan vitamin, menjaga optimisme, dan aktif bersosialisasi menjadi cara hemat untuk mencegah sakit.

Namun, gaya hidup sehat saja tak lagi cukup. Lingkungan yang tercemar, polusi udara, tekanan kerja tinggi, dan stres harian membuat risiko sakit tetap mengintai, bahkan pada mereka yang merasa bugar.

Banyak orang juga abai terhadap pemeriksaan kesehatan rutin sehingga penyakit baru terdeteksi saat kondisinya sudah parah. Padahal, kesehatan adalah aset berharga untuk bertahan hidup dan membangun masa depan. Ketika jatuh sakit, biaya perawatan di rumah sakit bisa membengkak dan menjadi beban berat jika tidak memiliki perlindungan finansial.

Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi penting. Bagi mereka yang tidak memiliki asuransi, dana darurat mungkin bisa membantu sementara. Tapi jika penyakit berkembang lebih serius, tabungan bisa terkuras habis.

Situasi ini kerap menimbulkan stres tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi keluarga. Karena itu, kesadaran untuk mengantisipasi risiko sakit dengan memiliki asuransi kesehatan perlu dibangun sedini mungkin, terutama perlindungan untuk penyakit kritis.

Membeli asuransi saat masih muda, produktif, dan dalam kondisi sehat jauh lebih menguntungkan karena premi lebih terjangkau dibandingkan saat usia di atas 40 tahun. Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, VP Head of Sequis Training Academy of Excellence Ferry Chandra Gunawan membagikan beberapa langkah sederhana sebelum membeli asuransi.

Langkah pertama adalah memahami kebutuhan. Jika ada riwayat penyakit jantung atau diabetes dalam keluarga, sebaiknya memilih produk dengan perlindungan kesehatan komprehensif. Jika Anda kepala keluarga yang menanggung seluruh kebutuhan rumah tangga, asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan tinggi bisa menjadi pilihan.

Langkah berikutnya adalah mendengarkan penjelasan agen asuransi dan bertanya sedetail mungkin. Agen yang baik akan membantu menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Jangan ragu meminta penjelasan mengenai manfaat, besaran premi, risiko gagal bayar, serta potensi penolakan klaim jika riwayat kesehatan tidak diinformasikan dengan jujur.

Selain itu, penting meneliti profil perusahaan asuransi. Karena bersifat jangka panjang, pilihlah perusahaan yang sehat secara finansial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan standar Risk Based Capital (RBC) minimal 120%. Per 31 Agustus 2025, Sequis Life mencatat RBC sebesar 644%. Hingga Agustus tahun ini, perusahaan itu telah membayar klaim dan manfaat senilai Rp978 miliar kepada nasabah.

Respons layanan juga patut diperhatikan. Apakah perusahaan responsif, mudah dihubungi, dan memiliki jaringan luas. Sequis Life misalnya, menyediakan layanan nasabah melalui Sequis Care di nomor 1500 775 atau email care@sequislife.com.

Sebelum menandatangani Surat Permintaan Asuransi, calon nasabah perlu memeriksa seluruh informasi dengan cermat. Setelah polis diterima, ada waktu 14 hari untuk mempelajarinya. Pastikan data sesuai dan pahami manfaat, masa perlindungan, pengecualian, prosedur klaim, hingga ketentuan pengakhiran polis.

“Asuransi memiliki beragam ketentuan yang berbeda pada setiap polis. Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Cari tahu dan banyak bertanya agar lebih yakin sebelum memilih produk. Setelah menjadi nasabah, pahami isi polis agar manfaat asuransi bisa dimaksimalkan dan risiko kerugian dapat dihindari,” ujar Ferry.

Mempersiapkan perlindungan sejak dini bukan sekadar soal uang, melainkan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko finansial di masa depan. (*)

error: Content is protected !!