MAKASSAR—Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, terutama truk dan pengguna solar lainnya, yang mengular sejak sepekan terakhir.
Situasi tersebut semakin terasa menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Aktivitas distribusi dan mobilitas masyarakat dinilai turut meningkatkan kebutuhan solar bersubsidi di berbagai sektor.
Menyikapi kondisi itu, organisasi masyarakat Elang Timur Indonesia angkat bicara.
Sekretaris Elang Timur Indonesia, Ahmad Rusli, mengatakan pihaknya tengah melakukan pemantauan langsung di lapangan sekaligus mengumpulkan data terkait kelangkaan solar subsidi di Makassar.
“Kami melihat langsung antrean panjang di sejumlah SPBU. Saat ini kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab utama kelangkaan solar bersubsidi,” ujar Rusli kepada Mediasulsel.com, Senin (22/12/2025) di salah satu cafe jalan cendrawasih kota Makassar.
Rusli menuturkan, kelangkaan solar bukan kali pertama terjadi. Beberapa bulan sebelumnya, masyarakat juga sempat mengalami kondisi serupa. Namun, situasi kembali terulang menjelang momentum Nataru.
Ia menduga terdapat potensi penyimpangan dalam distribusi solar subsidi, termasuk kemungkinan adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu.
Oleh karena itu, Elang Timur Indonesia menilai perlu adanya langkah tegas dari pihak terkait.
“Kami mendesak PT Pertamina untuk bertindak tegas dan memastikan distribusi solar subsidi berjalan sesuai aturan. Dalam waktu dekat, kami juga akan menyurati Pertamina sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Elang Timur Indonesia menegaskan akan terus memantau ketersediaan dan penyaluran solar bersubsidi, khususnya di Kota Makassar dan secara umum di wilayah Sulawesi Selatan, guna memastikan hak masyarakat terpenuhi. (70n/Ag4ys)



















