Banjir Jakarta, Banten: 60 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

0
55
Warga berjalan mengarungi banjir di Tanggerang, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: Tatan Syuflana/AP)

JAKARTA – Tim SAR mengirim bantuan makanan dengan helicopter untuk masyarakat yang terjebak banjir di daerah-daerah terpencil pada Sabtu (4/1/2020).

Sementara itu jumlah korban tewas telah mencapai 60 orang dan kekhawatiran semakin besar dengan kemungkinan lebih banyak hujan lebat.

Puluhan ribu warga di Jakarta masih belum bisa kembali ke rumah mereka yang masih digenangi air setelah terjadi banjir paling mematikan menerpa kawasan Ibu Kota Jakarta, yang berpenduduk sekitar 30 juta orang.

Di Kabupaten Lebak, Banten, polisi dan TNI menjatuhan bantuan berupa mie instan dan pasokan lainnya ke masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan tidak bisa dicapai lewat jalan darat setelah jembatan hancur. Setidaknya enam orang meninggal akibat bencana banjir di Lebak.

“Sulit untuk mengerahkan perbekalan ke sana dan ada sekitar 12 tempat yang terkena longsor,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, kepada AFP.

“Itu sebabnya kami menggunakan helikopter meskipun tidak ada tempat untuk mendarat.”

Kepala Puskesmas setempat, Suripto, mengatakan, penduduk yang cedera mendatangi puskesmas.

“Beberapa dari mereka cedera setelah mereka terseret oleh banjir dan terkena kayu dan batu,” katanya.

Sekitar Jakarta lebih dari 170 ribu orang mengungsi di tempat-tempat penampungan yang tersebar kawasan-kawasan hunian yang terendam banjir di ibu kota.

Hujan lebat yang di mulai pada malam Tahun Baru telah menimbulkan banjir bandang dan tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), Sabtu (4/12/2020) mengatakan, jumlah korban tewas telah mencapai 60 orang dan dua orang masih hilang. [voa]